
Betapa rapuhnya koalisi oposisi ini utamanya Partai PAN yang mendua hati seperti lagu romantis zaman old. PAN adalah partai yang kini angot-angotan dan setengah hati mendukun Prabowo-Sandi sementara hanya Gerindra yang militan dan masih bersemangat.
Viral berita kader PAN enggan mendukung serta mengampanyekan Prabosan eh Prabowo-Sandi dan muncul berita yang makin memojokkan oposisi yaitu sebagian besar kadernya malahan mendukung Jokowi. Penyebabnya menurut penulis ada dua:
Pertama, mahar kardus dari Sandiaga itu hanyalah hoaks atau fiksi belaka.. Perih dan pedih, mahar itu tak dinikmati bahkan oleh pimpinan Pan yang tertinggi sekalipun yaitu si Ketum PAN, Zulkifli Hasan.
Ketum PAN Zulkifli Hasan kerap ikut cawapres Sandiaga Uno berkampanye ke daerah-daerah. Alasan Zul ikut Sandi kampanye ke daerah lain karena logistik PAN kurang. Ini kode keras dari PAN buat Sandiaga tapi Sandi mana paham, wkwk.
"Saya gimana? Saya ikut, maklum. PAN kan logistiknya kurang. Kalau kurang ya ngikutlah, gitu. Kalau teman-teman lain kan logistiknya kuat, bisa bikin acara sendiri, ya nggak. Kalau saya ngikut," ucap Zul. Ada nada memelas dari ucapannya.
Jelas ya akhirnya Cuma Kipli yang maksimal mendukung Prabowo-Sandi karena logistik tak mendukung. Kader PAN juga pastinya bakal bergerak kalau logistik kuat. Nyatanya logistik kardus hanyalah fiksi atau hoaks semata.
**Kedua, hoax mahar kardus yang hoaks ini pula yang membuat kandidat-kandidat PAN tersingkir secara tragis guna maju sebagai Cawapres 2019. Mahar kardus Sandiaga membuat PAN jadi mati kutu, dibungkam dari persaingan untuk memajukan kandidatnya guna maju di Cawapres.
Ini namanya menenggelamkan potensi dan kekuatan PAN untuk mengulang sukses seperti di Pilpres 2014. Pada konstestasi Pilpres 2014 lalu, kader PAN masih punya jagoan andalannya yaitu Hatta Rajasa. Inilah yang membuat kader dan akar rumput PAN semangat maju untuk berduet dengan Prabowo pada masa itu. Kini? luntur, PAN disingkirkan secara gratis.
Gerindra terutama Sandi mempermainkan PAN dan memupus harapan mereka. Kader PAN makin buntung karena realisasi kardus yang nilainya nol besar. Ditambah tak ada jagoannya, ngapain ngotot dukung Prabosan? Mendingan fokus ke Pileg!
Dengan tak adanya kader atau jagoan PAN yang mendampingi Prabowo kali ini maka siap-siaplah Prabowo akan mengalami pengerusan suara yang signifikan. Sandi memang populer tapi yang memilihnya hanyalah dari kaum pendukung Gerindra saja atau PKS.
Sementara PAN masih sangat kuat dan menjadi basis kemenangan yang membuat Prabowo-Hatta meraih suara yang signifikan waktu lalu. Kini? PAN dilupakan dan mahar kardus tak terealisasi sesuai harapan. Jelas realisasi yang tak sesuai ekspektasi ini membuat mereka mundur teratur.
Ketiga, caleg PAN enggan mengampanyekan Prabowo-Sandi ini menurut Sekjen PAN Eddy Soeparno lantaran konstituen pemilih caleg tersebut lebih memilih pasangan nomor urut 01 Joko Widodo dan Maruf Amin. Mantap, #JokowiLagi deh, iya kan Bang Kipli?
Kader PAN makin waras dan melihat prestasi dan pencapaian Pak Jokowi. Ditambah kegamangan PAN pada waktu allu yang ragu-ragu memilih untuk mendukung Jokowi atau Prabowo. Masa-masa itulah kader PAN memantapkan pilihannya malah ke petahana.
“Di antara caleg kita yang berjuang di daerah, ‘mohon maaf Ketum, mohon maaf Sekjen, tetapi di bawah, saya mungkin tidak bisa terang-terangan untuk berpartisipasi dalam pemenangan Pak Prabowo. Karena konstituen saya tidak sejalan dengan itu. Jadi, mohon maaf’,” ujar Eddy menirukan ucapan caleg tersebut dalam diskusi rilis survei PolMark di Jakarta, Kamis (18/10).
Pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno harus gigit jari dan gigit kardus kosong sekuat-kuatnya. Realisasi kosong dari kardus yang hoax membuat mereka makin ilfeel.
Ibarat hubungan paaran, PAN meminta Gerindra melupakan mereka sebagai mitra koalisi oposis mendukung Prabosan. Hal ini terang ini akan bikin pusing tujuh keliling Prabowo dan kawan-kawan.
Rupanya, koalisinya kuat di pusat dan di media dong, faktanya sangat rentan terpecah dan rapuh di akar rumput. Prabosan kini bergerak terseok-seok. Pahlawan tua berkuda itu kudanya kini makin timpang dan pincang. Jalannya makin terseok-seok dan ngos-ngosan menuju Pilpres 2019.
#JokowiLagi
Viral berita kader PAN enggan mendukung serta mengampanyekan Prabosan eh Prabowo-Sandi dan muncul berita yang makin memojokkan oposisi yaitu sebagian besar kadernya malahan mendukung Jokowi. Penyebabnya menurut penulis ada dua:
Pertama, mahar kardus dari Sandiaga itu hanyalah hoaks atau fiksi belaka.. Perih dan pedih, mahar itu tak dinikmati bahkan oleh pimpinan Pan yang tertinggi sekalipun yaitu si Ketum PAN, Zulkifli Hasan.
Ketum PAN Zulkifli Hasan kerap ikut cawapres Sandiaga Uno berkampanye ke daerah-daerah. Alasan Zul ikut Sandi kampanye ke daerah lain karena logistik PAN kurang. Ini kode keras dari PAN buat Sandiaga tapi Sandi mana paham, wkwk.
"Saya gimana? Saya ikut, maklum. PAN kan logistiknya kurang. Kalau kurang ya ngikutlah, gitu. Kalau teman-teman lain kan logistiknya kuat, bisa bikin acara sendiri, ya nggak. Kalau saya ngikut," ucap Zul. Ada nada memelas dari ucapannya.
Jelas ya akhirnya Cuma Kipli yang maksimal mendukung Prabowo-Sandi karena logistik tak mendukung. Kader PAN juga pastinya bakal bergerak kalau logistik kuat. Nyatanya logistik kardus hanyalah fiksi atau hoaks semata.
**Kedua, hoax mahar kardus yang hoaks ini pula yang membuat kandidat-kandidat PAN tersingkir secara tragis guna maju sebagai Cawapres 2019. Mahar kardus Sandiaga membuat PAN jadi mati kutu, dibungkam dari persaingan untuk memajukan kandidatnya guna maju di Cawapres.
Ini namanya menenggelamkan potensi dan kekuatan PAN untuk mengulang sukses seperti di Pilpres 2014. Pada konstestasi Pilpres 2014 lalu, kader PAN masih punya jagoan andalannya yaitu Hatta Rajasa. Inilah yang membuat kader dan akar rumput PAN semangat maju untuk berduet dengan Prabowo pada masa itu. Kini? luntur, PAN disingkirkan secara gratis.
Gerindra terutama Sandi mempermainkan PAN dan memupus harapan mereka. Kader PAN makin buntung karena realisasi kardus yang nilainya nol besar. Ditambah tak ada jagoannya, ngapain ngotot dukung Prabosan? Mendingan fokus ke Pileg!
Dengan tak adanya kader atau jagoan PAN yang mendampingi Prabowo kali ini maka siap-siaplah Prabowo akan mengalami pengerusan suara yang signifikan. Sandi memang populer tapi yang memilihnya hanyalah dari kaum pendukung Gerindra saja atau PKS.
Sementara PAN masih sangat kuat dan menjadi basis kemenangan yang membuat Prabowo-Hatta meraih suara yang signifikan waktu lalu. Kini? PAN dilupakan dan mahar kardus tak terealisasi sesuai harapan. Jelas realisasi yang tak sesuai ekspektasi ini membuat mereka mundur teratur.
Ketiga, caleg PAN enggan mengampanyekan Prabowo-Sandi ini menurut Sekjen PAN Eddy Soeparno lantaran konstituen pemilih caleg tersebut lebih memilih pasangan nomor urut 01 Joko Widodo dan Maruf Amin. Mantap, #JokowiLagi deh, iya kan Bang Kipli?
Kader PAN makin waras dan melihat prestasi dan pencapaian Pak Jokowi. Ditambah kegamangan PAN pada waktu allu yang ragu-ragu memilih untuk mendukung Jokowi atau Prabowo. Masa-masa itulah kader PAN memantapkan pilihannya malah ke petahana.
“Di antara caleg kita yang berjuang di daerah, ‘mohon maaf Ketum, mohon maaf Sekjen, tetapi di bawah, saya mungkin tidak bisa terang-terangan untuk berpartisipasi dalam pemenangan Pak Prabowo. Karena konstituen saya tidak sejalan dengan itu. Jadi, mohon maaf’,” ujar Eddy menirukan ucapan caleg tersebut dalam diskusi rilis survei PolMark di Jakarta, Kamis (18/10).
Pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno harus gigit jari dan gigit kardus kosong sekuat-kuatnya. Realisasi kosong dari kardus yang hoax membuat mereka makin ilfeel.
Ibarat hubungan paaran, PAN meminta Gerindra melupakan mereka sebagai mitra koalisi oposis mendukung Prabosan. Hal ini terang ini akan bikin pusing tujuh keliling Prabowo dan kawan-kawan.
Rupanya, koalisinya kuat di pusat dan di media dong, faktanya sangat rentan terpecah dan rapuh di akar rumput. Prabosan kini bergerak terseok-seok. Pahlawan tua berkuda itu kudanya kini makin timpang dan pincang. Jalannya makin terseok-seok dan ngos-ngosan menuju Pilpres 2019.
#JokowiLagi
0 Response to "Mahar Kardus Hoax, Ketum PAN Akui Logistik Kurang, Kader PAN Pilih Jokowi"
Posting Komentar