
Kembali Ahok memberikan kejutan manis tidak hanya kepada warga Jakarta, tetapi juga rakyat Indonesia sebuah karya yang membanggakan! Sekali lagi juga Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan membantu meresmikannya, sebuah venue berkuda di Pulomas, Jakarta Timur, Kamis, 2 Agustus 2018. Arena yang disebut Jakarta International Equestrian Park Pulomas (JIEPP) merupakan pacuan kuda yang terbesar di Asia, rencananya akan digunakan untuk atlet cabang berkuda di Asian Games 2018 nanti. Luar biasa walau dibalik jeruji tetapi karya-karya Ahok terus mengalir dan satu persatu pula diresmikan oleh Anies.
Disaksikan Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, Toni Spontana dan Wali Kota Jakarta Timur, Muhamad Anwar, serta Anggota Pembangunan dan Lingkungan Hidup Yusmada Faizal sebuah prasasti ditandatangani Anies.
“Saya berharap kepada masyarakat Jakarta untuk bisa memanfaatkan tempat ini dengan sebaik-baiknya. Dinas Pendidikan dan Dispora (Dinas Pemuda dan Olah Raga), dan semua yang terlibat pada generasi muda, ajak datangi tempat ini untuk menyaksikan fasilitas ini. "Saya beri apresiasi kepada semua yang bekerja all out. Venue ini dapat digambarkan sebagai equestrian kelas dunia dengan fasilitas yang luar biasa, dan dapat menampung 990 penonton,” ujar Anies dalam sambutannya di JIEPP, Jakarta Timur, Kamis (2/8). Dikutip dari: republika.co
Wow….betapa beruntungnya Anies hanya kebagian tugas meresmikan ini dan itu untuk semua yang sudah dirintis Ahok. Sekedar mengetuk hati, apalah salahnya untuk mengucapkan terima kasih kepada pejabat terdahulu Gubernur Basuki Tjahaya Purnama dan Wakil Gubernur Djarot Syaiful Hidayat. Kalau tidak bisa dari hati, yah paling tidak basa-basilah juga lumayan.
Sejarah mencatat arena pacuan kuda Pulomas yang sangat bersejarah ini pernah menjadi ikon dari olahraga pacuan kuda di tanah air. Dibangun dimasa Gubernur Ali Sadikin di lahan yang luas keseluruhannya sekitar 60 hektar, bersama lapangan golf 9-hole.
Seiring dengan berjalannya waktu setelah puluhan tahun menjadi trend-setter untuk perlombaan pacuan kuda tingkat nasional, dan menjadi dambaan bagi para pemilik kuda untuk dapat mengomentisikan kuda-kuda pacu terbaiknya, arena pacuan kuda Pulomas berlahan tidak bisa difungsikan lagi. Praktis tidak ada pula kegiatan pacuan yang selalu mengundang ribuan penikmat olahraga. Ratusan kuda yang semula rutin dirawat di sana pun akhirnya dibawa dan dipindahkan pemiliknya ke tempat lain
Perjuangan berat seorang Ahok yang kala itu menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta untuk menggusur permukiman warga di sekitar arena pacuan kuda Pulomas, Jakarta Timur. Ahok melakukan hal tersebut karena merupakan bagian dari persiapan Asian Games 2018. Ahok berpendapat jika penggusuran tidak segera dilakukan, maka dapat menghambat persiapan Jakarta sebagai tuan rumah ajang multievent terbesar di Asia itu. "Kalau kita terlambat memindahkan itu, ada konsekuensi terlambat membuat persiapan Asian Games, itu saja," kata Ahok di Balai Kota, Rabu (20/4/2016). Dikutip dari: kompas.com
Bahkan diawal perencanaan Wakil Gubernur DKI Jakarta saat itu, Djarot Syaiful Hidayat mengalami kesulitan berkaitan dengan protes Pordasi terhadap penggusuran jalur pacuan kuda oleh PT Pulomas Jaya. Ini dikarenakan adanya dua versi lahan, satu milik pihak PT Pulomas yang menghilangkan arena pacuan kuda dan ada versi Pordasi yang mengharuskan ada arena pacuan kuda. Tetapi kesemuanya saat itu diserahkan kepada organisasi yang membawahi. Dalam hal ini Asian Equestrian Federation (AEF) dan Federation Equestrian Intertasional (FEI). Saat itu Djarot mengatakan, organisasi tersebut akan menguji kemungkinan lahan di Pulomas bisa dibangun pacuan kuda sekaligus equestrian atau tidak.
Selain itu tantangan juga harus dihadapi Ahok untuk merelokasi penduduk yang telah lama bermukim di daerah tersebut. Umumnya mereka telah tinggal disana sekitar 42 tahun, dan bermata pencaharian sebagai joki dan groom (perawat) kuda.
Kebijakan Ahok saat itu untuk merelokasi warga ke Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Pulogebang dan Pinus Elok, yang keduanya berlokasi di Jakarta Timur. Kendati demikian, saat itu Ahok mengakui kondisi Rusunawa Pulogebang dan Pinus Elok tidak terlalu bagus karena merupakan rusunawa lama. "Tapi enggak ada pilihan. Karena rusun baru yang bagus kan baru kita bikin. Nanti kalau rusun bagus udah jadi, boleh saja mau pindah," ujar Ahok. Dikutip dari: kompas.com
Mungkin sebagai kilas balik penulis sertakan disini sebuah link untuk mengingatkan kembali bahwa dibalik megahnya Jakarta International Equestrian Park Pulomas (JIEPP) terdapat sebuah perjuangan dan pengorbanan yang patut dihargai.
Link
https://youtu.be/EazvpYqPJAc
Kini JIEPP yang dibangun diatas lahan seluas 35,25 hektare dengan biaya sekitar 417 milyar telah berdiri megah dan mampu menampung 156 kandang kuda dan penunggangnya. Bangunan megah ini memilikit beberapa keistimewaan: Equestrian didesain secara ikonik, bisa menampung ribuan penonton, sesuai standard internasional, dan juga telah mengantongi sertifikat bebas penyakit, atau Equine Desease Free Zone dari Dewan Kesehatan Hewan Dunia Paris, Prancis, dan Dewan Uni Eropa di Brussels.
Akhir kata penulis ingin menyampaikan terima kasih kepada Ahok dan Djarot yang telah merintis semua semak dan duri agar Indonesia bisa memiliki arena pacuan kuda bertaraf internasional, dan bahkan kini menjadi yang terbesar di Asia. Walau bukan Ahok dan Djarot sendiri yang meresmikan, tetapi seperti menjadi tradisi Anies selalu ada untuk meresmikan setiap perjuangan dan karya Ahok dan Djarot.
Kayaknya mending gitu aja deh.
0 Response to "TERIMA KASIH AHOK!!!....Hadiah Manis Ahok untuk Asian Games 2018 Dibantu Anies untuk Meresmikannya, ..."
Posting Komentar