Setelah Tahu Erick Thohir Jadi Ketua Timses Jokowi, Kenapa Oposisi Stres?

Image result for Erick Thohir

Erick Thohir adalah representasi kaum millennials yang ada di kubu Joko Widodo. Sebenarnya masih sangat banyak orang-orang perwakilan kaum muda di kubu Joko Widodo.

Ada Staf Khusus Presiden ketum PKPI, Diaz Hendropriyono dengan gitar listrik mantapnya. Ada pula Grace Natalie sebagai perwakilan emak-emak muda yang luar biasa memberikan pengaruh bagi kemanusiaan di Indonesia. Tapi mereka kurang berpengaruh. Kenapa?


Karena secara keuangan, mereka masih “biasa-biasa” saja. Harus ada perwakilan dari kaum pebisnis, yang tahu seluk beluk dan busuknya permainan sebelah si kardus itu.

Nah. Setelah tahu Erick Thohir menjadi ketua tim suksesnya Jokowi, mereka mulai panas dingin. Fadli Zon, Mardani, Prabowo dan Sandiaga pun bereaksi hebat. Isu ekonomi mendadak diangkat. Bukannya dulu-dulu, mereka membiarkan pendukungnya pakai isu SARA?

Isu SARA disarangkan kepada Jokowi. Obor Rakyat tercipta, Fitnahan yang menyebutkan Jokowi adalah PKI digembar gemborkan. Bahkan Ratna Sarumpaet pun sepertinya terpengaruh dengan keberadaan fitnah yang berseliweran itu. Bahkan Ratna pernah menantang Jokowi tes DNA. DNA sama mamanya? Kurang ajar sekali bukan?

Akan tetapi merupakan sebuah hal yang pasti, isu SARA itu sudah masa lalu. Itu hanya kenangan dari sebuah kegagalan berpikir kubu sebelah. Kubu sebelah benar-benar sudah gagal menggunakan isu ini. Awalnya mereka merasa bisa menzalimi Jokowi dengan isu ini. Tapi sekarang tidak.

Jokowi yang malah menggandeng ulama. Jokowi malah yang memilih untuk “mengikuti” aturan Ijtima’ Ulama yang di mana dia tidak diundang. Malahan Prabowo yang memilih Sandiaga Uno. Ini adalah sebuah kegilaan dan keterbalikan yang hakiki.

Jadi sebenarnya Jokowi itu yang alumni 212, atau Prabowo? Sepertinya sudah sangat amat jelas, Jokowi jauh mengakomodir seluruh kepentingan yang ada. Jokowi merangkul banyak pihak.

Dia itu bukan sekadar pemimpin yang planga plongo seperti yang Fadli Zon katakan. Presiden kita itu adalah sosok yang benar-benar memiliki perhitungan.

Dia harus jenius untuk memimpin bangsa dan negara ini. Akan tetapi jenius saja tidak cukup. Prabowo itu jenius juga. Tapi ada yang salah di Prabowo. Apa itu? Bukan tempat nya untuk membahas kekurangan Prabowo di sini. Lain waktu saja penulis akan memberikannya.

Jokowi, selain jenius, dia adalah orang yang menerima masukan. Nah, ini yang membedakan Jokowi dan Prabowo. Jokowi menerima masukan. Ia selektif. Ia tidak sembarangan termakan fitnah atau provokasi. Ia adalah pemikir ulung.


Apa yang dikatakannya, berasal dari pemikiran yang matang dan mendalam. Maka jangan heran jika orang seperti Jokowi ini agak pelit dalam berkata-kata dan cenderung lamban.

Ia mencerna di otaknya terlebih dahulu, sebelum kemudian menyuruh otak mengirim sinyal kepada otot mulut, rongga paru-paru dan pita suara untuk menyalurkan suara analog dari mulutnya. Berbeda dengan kubu sebelah.

Penentuan Erick Thohir sebagai tim sukses Joko Widodo tidak lepas dari pertimbangan matang dan luar biasa dari Jokowi dan tim itu sendiri. Menentukan ketua tim sukses tidak semudah mengambil “eks jenderal” yang pernah berkuasa di era sebelumnya.

Kematangan berpolitik Jokowi benar-benar membuat mereka ketakutan, panas dingin, melongo dan ternganga.

Reaksi hebat pun terjadi dengan begitu instan. Setelah Jokowi menentukan Erick Thohir sebagai ketua timsesnya, reaksi oposisi mulai kelihatan. Ada gejala kejang-kejang, panas dingin, mata melotot, wajah kusam dan susah tidur. Apakah ini indikasi dari kebanyakan merokok?

Ini adalah sebuah pemilihan yang luar biasa tepat. Pemilihan Erick Thohir adalah hasil dari pertimbangan matang Jokowi dan rekan-rekan. Erick adalah pensukses Asian Games. Ia melahirkan Indonesia yang baru, dengan sosok Asian Games.

Ia dekat dengan pengusaha. Ia adalah teman kecil Sandiaga Uno. Sandiaga kalah saing dengannya. Jika Erick mendulang kesuksesan dalam berbisnis, Sandiaga mendulang kegagalan bagi warga Jakarta.

Apa yang ia pikirkan hanyalah dirinya sendiri. Berbeda dengan Erick. Ia dibentuk selama 3 tahun untuk mempersiapkan Asian Games. Kita tahu bahwa sosok ini awalnya bermain di dua kaki. Ia dekat dengan Anies. Ia dekat juga dengan pebisnis orba. Akan tetapi, akhirnya ia terpilih menjadi tim sukses Jokowi. Ketuanya.

Gimana? Panas dingin?

Begitulah kejang-kejang.


0 Response to "Setelah Tahu Erick Thohir Jadi Ketua Timses Jokowi, Kenapa Oposisi Stres?"

Posting Komentar