Apes! PKS dan PAN Hanya Jadi Pelengkap Koalisi Gerindra-Demokrat





Mulai saat ini, PKS dan PAN harus menyadari beberapa hal. Pertama, PAN dan PKS harus sadar bahwa keduanya bukan partai besar. Karena bukan partai besar, lebih baik tidak usah terlalu banyak menuntut. Kedua, PAN dan PKS jangan bermimpi bisa mengajukan kadernya sebagai capres atau cawapres. Boleh mengajukan capres atau cawapres jika sudah menjadi partai besar. Ketiga, PAN dan PKS harus menyadari bahwa keduanya hanya akan menjadi pelengkap di koalisi manapun, baik di koalisi Prabowo maupun Jokowi.

Seharusnya PAN dan PKS sejak awal sudah menyadari bahwa Gerindra hanya menganggap keduanya dengan sebelah mata. Bagi Gerindra, PAN dan PKS bukanlah solusi untuk melawan Jokowi. Maka meskipun sejak awal PKS dan PAN mendekat ke Gerindra, ternyata tak cukup untuk meluluhkan hati Gerindra. Gerindra tetep keukeuh ingin mencari cawapres yang potensial untuk Prabowo, dan itu bukan dari PKS dan Gerindra.


Akhirnya Gerindra lebih tertarik dengan partai yang lebih besar dan pernah berkuasa di Indonesia selama dua periode. Demokrat lebih menggairahkan bagi Gerindra. Ibarat seroang wanita, Demokrat masih mulus, cantik, semok, kullitnya kenceng, tidak seperti PAN dan PKS yang sudah layu.

Gerindra bahkan dengan teganya menggantungkan PAN dan PKS, lalu kemudian memilih partai yang baru didekatinya. PAN dan PKS yang lebih dulu mendekat, ternyata hanya dianggap pelengkap. Gerindra benar-benar telah memberikan harapan palsu ke PAN dan PKS. Setelah pura-pura menawari PKS dan PAN jatah cawapres, pada akhirnya pilihan Gerindra lebih condong ke AHY. Namun ironisnya, Gerindra juga tidak ingin PKS dan PAN berpaling mendukung Jokowi.

Merasa telah mengecewakan PAN, Gerindra siap melakukan lobi-lobi, merayu PKS dan PAN agar bisa menerima Demokrat. Hal tersebut disamaikan oleh Fadli Zon setelah menghadiri saat diundang oleh Prabowo berkumpul di Hambalang.

Usai melakukan pertemuan dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto langsung mengumpulkan seluruh kadernya. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon mengatakan, Prabowo mengundang elite DPP ke Hambalang, Jawa Barat untuk membicarakan masalah koalisi.

"Pak Prabowo mengundang pengurus, pe‎mbina, penasihat, dewan pakar untuk meng-update perkembangan pembentukan koalisi," ujar Fadli Zon di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (25/7).

Lebih lanjut Fadli mengatakan, dalam pertemuan tersebut juga dibahas mengenai pembentukan tim kecil. Tim kecil itu bertugas untuk melakukan pertemuan lanjutan antara Gerindra dan Demokrat.

Nantinya tim tersebut juga ditugasi untuk merayu Partai Amanat Nasioanl (PAN) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) agar bisa menerima Demokrat dalam koalisi. "Salah satu tugasnya itu ya (merayu PAN dan PKS)," katanya.

Namun menurut Fadli, tanpa tim kecil pun, Prabowo Subianto selalu intensif ber‎komunikasi dengan PAN dan PKS. Itu dilakukan untuk mematangkan koalisi di Pilpres 2019.

Wakwakwak. Benar-benar menyesakkan bagi PAN dan PKS. Jadi selama ini PAN dan PKS itu dianggap apa oleh Prabowo? Sudah memberikan harapan, sudah menggantung, ujung-ujungnya Gerindra memilih Demokrat. Prabowo lebih condong ke AHY dibanding kader PAN dan PKS.


Masih mending jika Gerindra itu layaknya seorang lelaki sejati yang hanya akan memilih satu cinta, namun yang ada Gerindra lebih terlihat seperti play boy yang gemar mempermainkan perasaan perempuan.

Setelah lebih dulu menjalin kedekatan dengan PAN dan PKS, dengan teganya Gerindra lebih memilih Demokrat. Lebih jahat lagi, Gerindra masih enggan ditinggalkan oleh PKS dan PAN. Persis seperti play boy yang suka menjalin dengan banyak wanita sekaligus. Hehehe

Gerindra memang tak tertarik dengan PAN dan PKS, tapi mereka butuh mereka untuk melengkapi duet maut Prabowo-AHY. Tanpa bantuan PAN dan PKS, kekuatan duet Prabowo-AHY bisa berkurang. Mereka berharap PAN dan PKS bisa legowo meneria duet Prabowo-AHY. Gerindra sepertinya paham bahwa PAN dan PKS sebenarnya kecewa dengan keputusan Gerindra yang lebih memilih Demokrat. Oleh sebab itu, Gerindra menyiapkan rayuan gombal agar PKS dan PAN tidak berpaling dan menerima keputusan Gerindra. Persis seperti rayuan play boy yang ketahuan selingkuh oleh pacarnya. Dia akan mengeluarkan jurus maut dan rayuan gombal agar pacarnya tidak marah dan meminta putus. Gerindra benar-benar cerdik.hehe


0 Response to "Apes! PKS dan PAN Hanya Jadi Pelengkap Koalisi Gerindra-Demokrat"

Posting Komentar