
Selamat datang di Jakarta, kota termacet di dunia. Hari ini banyak pesan WhatsApp masuk ke HP jadul penulis dari rekan-rekan yang ada di Jakarta. Mereka sengsara begitu terpukul dengan keadaan Jakarta yang sangat macet.
Di belahan kota lain, kita melihat Anies santai-santai di studio Mata Najwa. Tapi santainya Anies hanya sementara. Ia yang santai, mendadak dibantai oleh Najwa dan Alex, yang adalah host dan tamu acara itu.
Awal-awal Anies dipertanyakan mengenai kesiapan Asian Games dan polemik Kali Item, Anies dengan lantang menjawab “Itu residu pilkada”. Apa maksudnya? Jelas maksud Anies adalah ingin menyalahkan pendukung Ahok. Najwa Shihab pun dengan sigap menantang balik.
Tantangan balik Najwa membuat Anies kedinginan, meraung-raung seperti Rocky Gerung sampai ia menggigil. Di sini penulis baru sadar. Kekuatan wanita itu bisa membuat efek jaket itu hilang. Anies kehilangan kejantanannya di hadapan Najwa.
Polemik kali item menjadi polemik yang paling mencoreng wajah Asian Games. Bahkan ketua umum partai baru, Partai Solidaritas Indonesia, Grace Natalie pun menulis surat terbuka kepada Anies Baswedan karena betapa edannya orang ini menyalahkan pihak-pihak lain.
Seharusnya orang ini bisa melakukan refleksi, ketimbang menyalahkan pendukung Ahok, apalagi menyebut ini adalah residu pilkada. Residu macam apa? Residu itu sebenarnya dibuat siapa? Manusia ini terlihat seperti badut yang lucu, namun saking lucunya, orang ini benar-benar tidak bisa melihat kepada diri.
Topengnya sudah terlalu lama melekat di wajahnya. Wajah Anies ini benar-benar luar biasa tebal. Ia sudah tidak ada malu. Urat malunya putus. Ia menganggap dirinya benar. Sudah terlalu banyak orang ini mendapatkan pujian yang berlebihan dari manusia-manusia penjilat dirinya seperti Zeng Wei Jian.
Polemik bambu pun dianggap sebagai kreatifitas rakyat. Jadi di mana peranan pemprov? Bukannya mengarahkan, malah cenderung membiarkan. Menpora Imam Nahrawi pun mau tidak mau harus setuju dengan ini, karena mungkin Imam Nahrawi tidak mengikuti berita Seword.
Jika Imam mengikuti apa yang menjadi artikel penulis mengenai orang di balik pemasangan tiang bambu, penulis yakin Imam tidak akan mengatakan bahwa aksi pemasangan tiang bambu bekas kandang kambing itu adalah bentuk kreatifitas.
Mau tahu artikelnya? Mungkin ada yang bisa menyebarkan ini ke Imam Nahrawi. Imam harus tahu artikel ini: https://seword.com/umum/mengenal-dekat-pria-tamvan-bernama-tamran-warganya-anies-pahlawan-tiang-bambu-SyPJP8gVX agar lebih bisa menilai dan tidak membela Anies Baswedan.
Atau artikel lain untuk membongkar drama yang ada. Drama yang dilakukan oleh aktor abal-abal, pria tamvan dari Betawi alias Tamran ini sudah terbongkar dan dikorek habis oleh penulis Seword di artikel ini: https://seword.com/politik/cut-drama-is-over-warga-yang-pasang-bendera-bambu-ternyata-orangnya-anies-BygvsxyEX
Ada kutipan yang penulis rasa penting untuk dibagikan kepada para pembaca…
Dari jumlah like dan temannya, kemungkinan besar Daeng ini adalah ketua RT, atau setidaknya ketua RW di tempatnya. Kedekatannya dengan wali kota dan jajaran pemda, membuat penulis bertanya-tanya.
Apakah dia benar-benar mewakili warga? Atau hanya settingan? Kok dari rekam jejaknya, dia bukan perwakilan warga murni ya? Relasinya dengan pemda DKI, membuat kita melihat bahwa adanya sebuah “Keberpihakan”.
Artinya semuanya sudah terang benderang. Ini bukan masalah residu pilkada. Ini bukan salah pendukung Ahok. Anies dengan kata-kata santunnya dengan licik, busuk, dan bengis mempersalahkan pendukung Ahok.
Padahal kita tahu, Anies ini murni tidak becus bekerja. Jangan sampai Anies menjadi orang yang membodoh-bodohi warga Jakarta. Kok terlihat Najwa jadi lebih lunak terhadap Anies? Apakah ada sesuatu?
Hahaha. Penulis tahu, bagaimana pun juga, Anies sudah beberapa kali datang ke acara Mata Najwa. Ada sesuatu kah? Oh. Bukan ya? Ya sudah deh. Mungkin Najwa hanya kasihan melihat Anies.
Tapi pembantaian Najwa di dalam acara Mata Najwa kali ini memang masih menunjukkan ciri khas Najwa itu sendiri. Ia masih idealis. Setidaknya Najwa masih berpihak kepada akal sehat. Mereka yang berpihak kepada akal sehat, biasanya bingung dengan apa yang Anies kerjakan.
Bayangkan saja, pohon mati pun masih ditanam. Halte pun masih terhalang rumput. Jembatan pun mau dihancurkan dan digantikan pelican crossing. Gak bener kan?
Ya. Selamat datang di kota kalian. Penulis hanya bisa tertawa dan menatap dari ujung Timur saja. Warga dungu yang dipimpin oleh petugas gunting pita. Begini lah jadinya. Macet parah, bambu bekas kandang, kali item, busuk dan itu semua menurut si petugas gunting pita, adalah residu pilkada. Ahok pun disalahkan.
Begitulah unta-unta.
0 Response to "Anies Dibantai Najwa Karena Polemik Tiang Bambu Kali Item Disebut Residu Pilkada"
Posting Komentar