Merajuk! PKS Bakal Abstain dari Pemilu 2019 Jika Tidak Jadi Cawapres Prabowo

Merajuk! PKS Bakal Abstain dari Pemilu 2019 Jika Tidak Jadi Cawapres Prabowo

Mungkin PKS lelah. Begitu kata pepatah mengatakan. Selama ini telah berjuang pagi, sore, siang dan malam agar kadernya jadi cawapres Prabowo, tapi jauh panggang dari pada api. Prabowo justru lebih memilih AHY ketimbang salah satu dari 9 nama cawapres PKS.

Padahal selama ini teman setia Gerindra dan Prabowo adalah PKS. Dimana ada Prabowo disitu ada Sohibul Iman. Disaat partai-partai pengusung Prabowo satu persatu jadi cebong, PKS masih tetap jadi kampret (julukan bagi pendukung Prabowo). Disaat partai-partai lain dapat jatah kursi menteri, termasuk PAN, PKS sama seperti Gerindra jadi oposisi murni.


Wajar bila kemudian PKS menginginkan kadernya yang jadi cawapres Prabowo, Karena sudah banyak berkorban buat Gerindra dan Prabowo, baik pengorbanan waktu maupun perasaan.

Selain itu, PKS sudah terlanjur malu, karena mereka yang menginisiasi gerakan #2019GantPresiden, yang dipelopori oleh ketua DPP PKS Mardani Ali Sera dan didukung oleh Neno Warisman, Ahmad Dhani, Fadli Zon dan lain-lain. Malu doang PKS, pacarannya sama Gerindra, tapi Gerindra nikahnya sama partai Demokrat. Hehehe

Dan yang lebih memalukan lagi, PKS sudah terlanjur mengumumkan 9 nama capres dan cawapresnya. 9 nama, bukan 9 naga. Hehehe

Kesembilan nama tersebut yakni Mardani Ali Sera (ketua DPP PKS), Sohibul Iman (presiden PKS), Aher (mantan Gubernur Jabar), Anis Mata (mantan presiden PKS), Tifatul Sembiring (mantan Menkominfo), Hidayat Nur Wahid (Ketua MPR 2004-2009), Irwan Prayitno (Gubernur Sumbar), Salim Segaf Al-Jufri (Ketua Majelis Syuro PKS) dan Al Muzzammil Yusuf (anggota DPR fraksi PKS periode 2009-2014).

Seandainya Jaya Suprana berkenan, sudah seharusnya PKS diberi penghargaan rekor MURI sebagai partai dengan capres terbanyak di Indonesia, bahkan mungkin di dunia. Karena PDIP saja sebagai partai pemenang Pemilu hanya punya satu capres. PKS yang perolehan suaranya tidak seberapa punya 9 capres. Sungguh suatu pencapaian yang luar biasa.

Tidak bisa dibayangkan betapa malunya seandainya kesembilan nama ini tidak ada yang laku. Sudah mengeluarkan stok terbanyak dan yang terbaik, tapi tidak ada yang melirik. Ke mana PKS akan menaruh mukanya?

Itulah sebabnya PKS ngotot banget ingin jadi cawapres Prabowo. Untuk menghindari rasa malu yang berlebihan tersebut.

10 Juli 2018, PKS sudah mewanti-wanti Gerindra dan Prabowo bahwa cawapres Prabowo harus dari PKS. jika tidak, maka PKS tidak akan mengusung Prabowo.

"Sesuai kesepakatan awal, kami tetap mencalonkan Pak Prabowo so far berpasangan dengan cawapres dari PKS. Itu enggak bisa ditawar-tawar. Cawapres harus dari PKS," ujar Tifatul dengan nada mengancam saat itu.

Baru-baru ini PKS kembali mengeluarkan pernyataan, terkait keseriusannya menjadikan kadernya sebagai cawapres Prabowo. Hal ini karena belum adanya kepastian koalisi pengusung Prabowo siapa yang bakal jadi cawapres Prabowo.


Disaat PKS ingin kadernya jadi cawapres Prabowo, Prabowo justru main mata dengan SBY dan partai Demokrat. Sedangkan partai Demokrat beda dengan Nasdem. Nasdem mengusung Jokowi tanpa syarat, tapi partai Demokrat ingin AHY yang jadi cawapres Prabowo.

Ini yang menjadi ancaman bagi PKS, posisi cawapres yang diidam-idamkannya ternyata juga diincar oleh partai Demokrat.


Dengan ketidakpastian koalisi ini membuat PKS menyiapkan pilihan lain, yakni jika Prabowo tidak memilih salah satu dari 9 cawapresnya, maka PKS akan memilih abstain di perhelatan Pemilu 2019.

"Itu (abstain di 2019) salah satu opsi yang mungkin diambil kalau memang situasinya tidak memungkinan. Tapi itu tergantung pembahasan pimpinan DPP dan Majelis Syuro. Kira-kira sikap resmi PKS itu seperti apa ketika ada nama lain yang diusulkan," ujar direktur pencapresan PKS, Suhud Aliyudin (1/8).

Pasalnya, menurut Suhud pertemuan antara pemimpin partai calon pengusung Prabowo yang dilaksanakan pada Selasa (31/7) masih dalam tahap penyama’an visi misi, kondisi yang ada, serta perkiraan siapa capres cawapres yang bakal diusung, belum mengerucut pada satu nama.

Walau demikian, 9 nama cawapres yang diajukan oleh PKS masih dibahas. Artinya cawapres PKS tidak benar-benar ditinggalkan atau disingkirkan dari daftar cawapres Prabowo.

Belum lagi diperkuat dengan ‘Ijtima Ulama’, yang mana salah satu nama yang direkomendasikan adalah cawapres PKS, yakni Salim Segaf Al Jufri.

Hingga saat ini, PKS masih berharap Prabowo memilih cawapres dari mereka. Salim Segaf pun tidak masalah. Jika tidak, maka siap-siap PKS merajuk, abstain dari kontestasi Pilpres 2019.

Bagaimana jadinya Pemilu Indonesia tanpa PKS? Sepertinya bakal lebih adem, aman sentosa dan terbebas dari hoax dan SARA.


0 Response to "Merajuk! PKS Bakal Abstain dari Pemilu 2019 Jika Tidak Jadi Cawapres Prabowo"

Posting Komentar