
Sore tadi Presiden Jokowi bersama Menteri PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) Basuki Hadimuljono dan Gubernur Anies Baswedan melakukan peninjauan trotoar di Jalan Sudirman dan Jalan MH Thamrin, Jakarta. Peninjauan dilakukan dengan jalan kaki bersama melintasi trotoar itu, diselingi dengan naik mobil kepresidenan.
Titik peninjauan dengan berjalan kaki dimulai dari trotoar di depan Hotel Le Meridien Jalan Sudirman. Ketiganya menyusuri trotoar ke arah Bundaran HI. Sesudah sampai di depan Hotel Grand Sahid, ketiganya melanjutkan perjalanan menggunakan mobil kepresidenan. Peninjauan dengan berjalan kaki dilanjutkan di trotoar sekitar Bundaran HI. Ketiganya berjalan menuju ke arah Sarinah. Mereka juga sempat mencoba Pelican Crossing yang berada di antara Grand Hyatt dan Hotel Pullman.
Ketika berada di pelican crossing, ibundanya Anies juga datang menghampiri mereka, memakai kursi roda. Saya belum menemukan cerita di balik kehadiran ibunda Gubernur Anies di sana. Mungkin sekalian mau pergi bersama dengan Gubernur Anies ke tempat lain. Karena sesudah sampai di trotoar depan Hotel Pullman, peninjauan berakhir dan Presiden Jokowi bertolak menggunakan mobil kepresidenan. Kabarnya sih mau nengok cucu beliau lagi yang baru lahir kemarin.
Kembali ke urusan trotoar ini, dalam video hasil liputan kompas.com, selain merekam kebersamaan ketiganya meninjau trotoar, juga merekam pernyataan Presiden Jokowi di depan para awak media. Sambil meninjau trotoar ketiganya terlihat berbincang dengan serius. Video itu juga sempat merekam beberapa sampah yang terlihat ada di trotoar. Selain itu terlihat di dalam video perkembangan ekspresi muka Anies ketika Presiden Jokowi menyampaikan pernyataannya. Ini yang sangat menarik.
Apa kata Presiden Jokowi? Dan bagaimana ekspresi muka Anies sang gubernur yang dalam beberapa hari ini menjadi sasaran kritik berbagai pihak terkait persiapan DKI Jakarta menghadapi Asian Games. Awalnya Presiden Jokowi menjelaskan secara singkat tentang kegiatan peninjauan itu. “Ini kita ngecek persiapan terutama infrastruktur kota, fasilitas-fasilitas pejalan kaki. Kemudian juga yang berkaitan dengan kebersihan kota. Dan juga tentu saja venue-venue yang ada di GBK. Kita melihat ya hampir semuanya sudah dikatakan selesai,” kata Presiden Jokowi. Terlihat ekspresi Anies yang ceria dan sedikit pongah. Iya dong, kan trotoar sudah selesai tuh sesuai target dia. Bahkan sudah diakui oleh Presiden Jokowi. Pasti dalam hati dia mbatin, nih presiden aja sudah mengakui, rasain tuh yang suka mengkritik guwe. Mungkin pakai kata “apelo, apelo..”.
Kemudian para wartawan bertanya tentang pelican crossing, yang disambut dengan ekspresi sepet asem oleh Anies. Tahu lah kan ini yang lagi diributkan oleh warga, ya warganet, ya polisi, ya penulis Seword juga hehehe… Dia pun siap menginterupsi dan mempertahankan keputusannya merobohkan JPO itu. Namun jawaban Presiden Jokowi malah jadi menyelamatkan muka Anies. “Ya kan baguuusss…,” ujar Presiden Jokowi, berasa seperti guru menggambar yang sedang mengomentari hasil gambar anak didiknya. Ekspresi muka Anies pun berubah kembali ceria dan nampak lega atas jawaban positif dari Presiden Jokowi itu. “Artinya sebetulnya fasilitas pelican crossing ini kan memudahkan masyarakat untuk tidak usah naik tinggi-tinggi, yang pertama. Yang kedua, saya melihat dari sisi estetika, JPO secara estetika di sini ngganggu (pandangan mata). Kalau nggak ada waaah…. Lebih cantik, lebih indah,” lanjut Presiden Jokowi, membenarkan keputusan Anies merobohkan JPO. Ekspresi Anies pun kembali ceria pongah. Lha ya nyombong dong, begitu banyak pihak yang mengkritik lho. Eh ternyata dipuji sama Presiden Jokowi. Kemudian wartawan menanyakan apakah sudah tepat keputusan membongkar JPO di sana dan mengubahnya menjadi pelican crossing. Dijawab Presiden Jokowi, “Ya, tepat!”. Disambut dengan ketawa lebar oleh Anies.
Presiden Jokowi tentunya akan mengapresiasi hasil kerja yang bagus, juga keputusan yang beliau nilai cocok dengan kondisi dan situasi. Namun, jangan keburu seneng ya bos! Presiden Jokowi juga menuntut hasil kerja yang lainnya. Bukan hanya di satu bagian ini. Pujian dari Presiden Jokowi itu sejatinya malah merupakan suatu ujian. Ujian untuk bisa menjaga yang sudah baik dan memperbaiki yang belum baik. Jangan terlena dengan pujian satu ini ya, bos. PR-nya masih banyak!
0 Response to "Jokowi Menyelamatkan Muka Anies, Ekspresi Anies Dari Sepet Cemas Menjadi Lega Ceria!"
Posting Komentar