Setelah banyak penulis membahas melalui pendekatan analitis, logis, terstruktur dan begitu luar biasa mencerahkan dan ejakulasi rasio otak kiri, penulis akan melihat dari sisi seberang. Penunjukan Jokowi terhadap Erick Thohir sebagai ketua tim sukses.Penulis akan membahas melalui aspek mistik, pendekatan klenik, tidak terstruktur, namun menggairahkan otak sebelah kanan. Ada aspek makrokosmos dan mikrokosmos, membelai-belai cakra keenam manusia. Jokowi mahir dalam hal ini. Sebagai orang Jawa, Jokowi juga bisa membelai rasa dan alam bawah sadar ini.
Indonesia dikenal dengan negara yang ada di belahan dunia bagian timur. Meskipun secara rasional, tidak ada pembagian timur dan barat karena dunia ini bulat, tapi secara pergerakan sejarah, negara Asia itu adalah negara bagian Timur.
Ini sudah menjadi kesepakatan kita bersama. Memang dunia kebudayaan ini sulit untuk dipahami secara rasio.
Secara rasio, bumi itu kan bulat seperti bola pejal, jadi semua sisi tidak ada timur dan barat dong? Kalau ada pun utara dan selatan, sesuai dengan bagaimana bumi berevolusi terhadap matahari. Ada kutub utara dan selatan. Tapi tidak ada bujur barat dan bujur timur, seharusnya.
Tapi karena ini bukan membahas mengenai rasio dan aspek ilmu alam, penulis hanya memberikan sentuhan dan rangsangan simgkat bagi para pembaca yang suka dengan ilmu alam, sesuatu yang menjadi pertanyaan penulis yang tak pernah terjawab ini.
Sebagai negara timur, kita banyak mengedepankan sebuah aspek lain dari sisi otak kanan. Timur ada di bagian kanan, maka otak kanan lah yang dirangsang untuk terus bertumbuh. Secara naluri, orang timur memiliki sebuah keunikan dan perbedaan ketimbang orang barat.
Jika orang barat mengedepankan rasio, otak, summum bonum alias kebaikan tertinggi, atau berbagai aspek logika, orang timur mengedepankan hal yang lain.
Orang timur mengedepankan kepercayaan, hati, kebijakan tertinggi, atau berbagai aspek kebudayaan yang begitu baik. Indonesia dibangun atas dasar kepercayaan. Kebudayaan kuno yang membentuk Indonesia, lahir dari kebudayaan timur. Agama tumbuh subur di Timur.
Maka, tidak heran jika banyak negara-negara di belahan dunia bagian timur, agama tumbuh subur. Memang ada perkecualian bagi beberapa negara seperti Singapura yang lebih ke barat-baratan.
Lihat saja India dengan Hinduisme yang begitu besar, Cina dengan kepercayaan terhadap Buddhisme, Jepang dengan kepercayaan Shintoisme, Mongolia dengan kepercayaan terhadap leluhur, dan akhirnya Indonesia dengan kepercayaan terhadap lima agama besar itu. Sebenarnya masih banyak lagi.
Kepercayaan tumbuh subur, agama tumbuh subur, dan satu lagi yang tumbuh subur, otak sebelah kanan.
Otak kanan orang timur jauh lebih dirangsang ketimbang orang barat. Mengapa? Karena situasi, kondisi dan berbagai aspek lainnya mendukung sekali.
Di Barat, misalnya Amerika, mereka tidak akan mengetahui apa itu arti dari “tempat angker”. Bagi mereka, semua pohon ya tumbuhan yang menggunakan media tanah untuk bertumbuh.
Asal disiram air, kencing, berak, pupuk, atau penguat yang cukup, tanaman bertumbuh. Mereka tidak mengerti bahwa ada pohon yang dikeramatkan seperti di beberapa tempat di negara bagian Timur.
Jadi lucu sekali jika kita melihat orang timur yang kaya dengan rangsangan otak kanan dari aspek mistisisme, agama, kepercayaan dan berbagainya, harus belajar di Amerika. Lihat saja Sandiaga Uno dan Prabowo, membawa pendidikan asing ke Indonesia. Mereka ini lulusan Amerika.
Dapat dikatakan bahwa otak mereka itu setengah-setengah. Terlahir di belahan bumi bagian timur, otak kanan belum berkembang, sudah ke Amerika. Otak kiri pun belum sempat berkembang, sudah balik lagi ke Indonesia. Kasihan sekali mereka. Otak mereka jadinya hanya berkembang setengah-setengah. Tidak fokus.
Berbeda dengan Jokowi. Ia adalah orang timur yang lahir, besar dan berusaha di timur. Sesekali ia juga pernah ke Amerika, itu pun untuk bisnis, bukan untuk dibentuk. Maka orang yang paling tepat dalam memimpin sebuah negara adalah orang yang dari timur itu.
Wah kalau begitu, penulis berpeluang besar untuk menjadi presiden nanti. Karena penulis adalah pria tampan dari timur. Loh?
Joko Widodo memporak-porandakan logika cetek dari pasangan Prabowo dan Sandiaga Uno. Jokowi menggandeng ulama sebagai petinggi kepercayaan. Ia juga menggandeng Erick Thohir sebagai orang yang paham seluk beluk bisnis Sandiaga Uno.
Maka jagan kaget jika pada akhirnya, Sandiaga Uno akan sulit tidur. Lihat saja nanti. Sandi akan terlihat semakin kurus karena memikirkan Erick Thohir. Tidak akan ada pembaharuan sel di tubuh Sandi yang jarang tidur. Ia akan cepat tua, kisut, dan akhirnya… #JokowiLagi
Begitulah timur-timur.
0 Response to "Erick Thohir Bersama Jokowi, Sandi Tak Nyenyak Tidur, Dihantui Mimpi Buruk"
Posting Komentar