
Saya senyum-senyum sendiri saat melihat Jokowi-Ma’ruf berhasil meyakinkan Erick Thohir untuk menjadi Ketua Tim Pemenangan Joko Widodo – Ma’ruf Amin dan mengumumkannya dalam jumpa pers di posko kubu Jokowi-Ma'ruf di Jalan Cemara (Posko Cemara), Menteng, Jakarta, Jumat, 7 September 2018.
Dengan keadaan yang seperti ini, Jokowi beserta tim dan seluruh relawan yang ada sudah sangat siap untuk memulai “pertempuran” di Pilpres 2019 yang masa kampanyenya sudah boleh dilaksanakan mulai tanggal 23 September 2018 sampai 13 April 2019 mendatang. Tulisan saya ini bukan untuk membuat kita jadi takabur terlalu percaya diri, tapi kita justru harus makin solid merapatkan barisan demi mencapai satu tujuan yaitu Jokowi 2 periode. Amin.
Erick Thohir sendiri mengakui bahwa dirinya meyakini pilihannya untuk masuk ke dunia politik sudah benar karena kepercayaannya pada rekam jejak Jokowi yang sudah dia lihat selama ini.
"Apa yang saya dapat lihat dari Pak Joko Widodo sendiri kekuatan beliau sebagai hati nuraninya untuk rakyat dan untuk membangun Indonesia itu jadi pilihan saya. Justru yang mempengaruhi saya daripada track record beliau sebelumnya. Jadi bukan istilahnya di sini saya melihat sebuah visinya beliau tetapi justru yang mempengaruhi saya daripada track record beliau sebelumnya," kata Erick.
Clear! Erick melihat bukti, bukan janji. Sementara yang sebelah sono janji-janji gombal terus bisanya. Itupun banyak yang ngibul tak ditepati alias janji palsu. Pilgub DKI buktinya. Mau mengelak apa lagi kalian wahai JKT58??? Ayo sini, nongol kalian yang dulu mendukung mati-matian Anies-Sandi lalu tiba-tiba sekarang malah demo menuntut pertanggung jawaban Anies-Sandi di Balai Kota. Sini…sini…. Mari berkumpul di dini untuk berbicara sepatah dua patah kata. Wekekekeke…..
Bagian menariknya terletak di kualitas seorang Erick Thohir yang memang sangat bersinar. Erick adalah seorang pengusaha sukses, punya media, klub sepakbola dan basket. Secara finansial, karier, kemampuan dan pengalaman berorganisasi, hidup dalam tekanan serta berurusan dengan target dan banyak orang dengan segala macam karakternya sudah tak perlu diragukan lagi.
Bukti terbaru yang bisa kita lihat tentang betapa profesionalnya Erick adalah saat dia berhasil menghadirkan Asian Games 2018 yang spektakuler di Jakarta Palembang pada 18 Agustus sampai 2 September 2018 yang baru saja kita lewati. Gegap gempita, kegembiraan, persatuan dan kesatuannya takkan bisa dilupakan sepanjang masa oleh anak-anak bangsa yang cinta Indoensia tentunya.
Bagian paling menariknya, ternyata Erick Thohir dan Sandiaga Uno sudah bersahabat sejak kecil. Mereka sudah berteman dekat sejak di SD, SMP, SMA hingga kuliah, teman sepermainan di basket juga membangun usaha bersama-sama. Istri dan anak-anak Erick Thohir dan Sandiaga Uno juga sudah saling berteman dan masih bersahabat sampai sekarang. Arisan dan ikut pengajian yang sama bukan barang baru bagi mereka.
Eng ing eng….. Seru khan jadinya. Ngeri-ngeri sedap ujung-ujungnya. Dengan fakta-fakta antara Erick Thohir dan Sandiaga Uno yang seperti itu, hak oposisi langsung jadi pucat sejak nama Erick Thohir muncul dan menguat menjadi Ketua Tim Pemenangan Jokowi-Ma’ruf. Mereka memang sangat layak untuk panik. Berikut ini mari kita lihat bagaimana kecutnya reaksi seorang Sandiaga Uno dan kolega-koleganya.
Sejak awal nama Erick Thohir muncul digadang-gadang sebagai Ketua Tim Pemenangan Jokowi-Ma’ruf, Sandiaga Uno sudah menyarankan supaya Erick Thohir menjadi pengusaha ketimbang terjun ke dalam dunia politik. Wakakakaka…… Lucu ya jadinya. Sementara posisi Sandi juga adalah seorang pengusaha yang terjun dalam dunia politik. Saran yang aneh.
Sandiaga Uno juga meyakini Erick Thohir akan menolak jika diminta menjadi ketua tim sukses Jokowi-Ma'ruf. Ngakak khan jadinya. Ini mah bukan yakin namanya. Sandi jelas sedang menghibur diri sendiri. Sandi sedang panik. Berikut ini komentarnya.
"Ya tentu secara jujur khawatir. Ini pertemanan. Secara riil pasti kita khawatir, bahwa anak-anak kita terutama istri, saya pasti khawatir. Tapi saya pastikan, bahwa ini bukan tentang Sandi dan Erick, tapi ini tentang Indonesia. Ini tentang masyarakat Indonesia inginkan. Kalau boleh milih, pasti dia (Erick) enggak bakal mau, karena dia lebih mudah untuk mengurus usahanya, tidak membebani sebagi political expose person (PEP). Kalau ketua tim pasti jadi PEP, pasti dia akan sangat berat sebagai pengusaha dan Erick membawahi ribuan pegawai juga, jadi bagi saya, saya sangat mengerti posisi beliau. Saya ucapkan selamat kalo Beliau sudah definitif, saya belum kontak dengan Beliau, tapi sempet nonton Asian Games bareng dan kita hubungannya cukup baik. Tapi, sekali lagi ini bukan tentang Erick dan Sandi, tapi tentang Indonesia, Indonesia yang diinginkan, Indonesia yang lebih bergerak, lapangan kerja yang tercipta, dan biaya hidup yang terjangkau," kata Sandiaga Uno di kawasan Melawai, Jakarta Selatan, Kamis, 6 September 2018.
Tanggapan Fadli Zon juga tak kalah paniknya. Zon yang biasanya hobi berkomentar ngablak dan ngawur tiba-tiba jadi lemas.
"Ya, nggak apa-apa. Itu sah-sah saja. Kan beliau ini ahli dalam bisnis, belum tentu ahli di bidang politik. Ya mudah-mudahan menguntungkan (koalisi Prabowo-Sandi). Ha-ha-ha... Saya dengar itu dia nggak terlalu happy. Karena dia baru saja, habis, mungkin capek, mau apa gitu, yang saya dengar. Yaaa, jadi agak setengah memaksa juga katanya," kata Zon menghibur dan menenangkan dirinya sendiri di Jl Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat, 7 September 2018.
Terbaca dengan jelas ada nada panik dan tak percaya diri dalam pernyataan orang-orang yang biasanya “optimis” tersebut. Ada ketakutan tersendiri dari kubu oposisi dengan keberadaan Erick Thohir sebagai Ketua Tim Pemenangan Jokowi-Ma’ruf.
Jokowi memang takkan pernah menyuruh tim pemenangan, jubir dan relawan-relawannya melakukan cara-cara licik, jahat apalagi fitnahan dalam melakukan tugas-tugasnya memperjuangkan kemenangan Jokowi-Ma’ruf. Kami para pendukung Jokowi memang takkan pernah mau melakukan cara-cara murahan semacam itu.
Tapi, perintah Jokowi beberapa waktu yang lalu juga sudah cukup jelas. Jika saya tuliskan dalam bahasa gaul sehari-hari intinya adalah kita juga jangan takut kalau diganggu terus-terusan. Elu jual, gue beli. Begitulah kurang lebihnya dalam bahasa yang sederhana.
Kartu truf oposisi sudah ada di tangan Jokowi lewat keberadaan Sandiaga Uno yang rekam jejak masa lalunya sejak kecil sudah ada di tangan Erick Thohir. Jika Sandi dan koleganya mulai memainkan cara-cara liciknya seperti di Pilkada DKI, Erick takkan ragu mengeluarkan file-file “borok” dan kebobrokan Sandiaga di masa lalu.
Dengan bargaining position yang seperti ini, Sandi beserta gerombolannya akan berpikir dua kali jika ingin memainkan rencana-rencana jahatnya lagi seperti dulu. Jika sudah begini keadaannya, bisa diperkirakan Sandi akan jadi jinak-jinak merpati menghadapi Pilpres 2019 yang semakin mendekat ini.
Sandi yang selama ini begitu PD merasa diri disukai karena duit, kegantengan dan kemudaannya tiba-tiba mendapat rival yang “sepadan”. Erick Thohir menang banyak malahan. Erick tak perlu mengubah imagenya mendadak jadi santri untuk mengalahkan pamor Sandi. Cukup Pak Ma’ruf yang maju beres sudah. Kelar idup loe…..
Keberadaan Erick yang dekat dengan dunia olahraga terutama basket dan sepakbola otomatis akan merangkul kaum muda dan kaum milenial dengan sendirinya. Panik khan jadinya. Dengan demikian andalan Sandi sekarang tinggal emak-emak nyinyir yang ingin harga telur jadi sebelas ribu sekilo. Ngaoahahahaha……
Dengan disahkannya Erick Thohir sebagai Ketua Tim Pemenangan Jokowi-Ma’ruf, itu artinya pestanya sudah dimulai. Selamat bertugas Pak Erick Thohir beserta seluruh tim yang ada. Kami mendukungmu secara penuh untuk memenangkan Jokowi-Ma’ruf dengan cara yang elegan dan bermartabat. Untuk Indonesia yang lebih baik lagi kedepannya. Ayo kita perjuangkan. Merdekaaa…..!!!
Sumber referensi:
https://nasional.kompas.com/read/2018/09/07/19315141/erick-thohir-bersedia-jadi-ketua-tim-kampanye-karena-cara-kerja-jokowi
http://wow.tribunnews.com/2018/09/07/faizal-assegaf-erick-thohir-tahu-banyak-borok-sandiaga
http://surabaya.tribunnews.com/2018/09/06/5-fakta-ini-bikin-sandiaga-uno-khawatir-jika-erick-thohir-jadi-ketua-timses-jokowi-kh-maruf
http://wow.tribunnews.com/2018/09/07/ditanya-soal-persahabatannya-dengan-sandiaga-uno-erick-thohir-kuncinya-profesional?page=2
https://news.detik.com/berita/d-4202702/fadli-zon-erick-thohir-tak-begitu-happy-jadi-ketua-timses-jokowi
https://www.liputan6.com/pilpres/read/3638290/sandiaga-uno-kalau-boleh-memilih-erick-thohir-ogah-jadi-ketua-timses-jokowi
Dengan keadaan yang seperti ini, Jokowi beserta tim dan seluruh relawan yang ada sudah sangat siap untuk memulai “pertempuran” di Pilpres 2019 yang masa kampanyenya sudah boleh dilaksanakan mulai tanggal 23 September 2018 sampai 13 April 2019 mendatang. Tulisan saya ini bukan untuk membuat kita jadi takabur terlalu percaya diri, tapi kita justru harus makin solid merapatkan barisan demi mencapai satu tujuan yaitu Jokowi 2 periode. Amin.
Erick Thohir sendiri mengakui bahwa dirinya meyakini pilihannya untuk masuk ke dunia politik sudah benar karena kepercayaannya pada rekam jejak Jokowi yang sudah dia lihat selama ini.
"Apa yang saya dapat lihat dari Pak Joko Widodo sendiri kekuatan beliau sebagai hati nuraninya untuk rakyat dan untuk membangun Indonesia itu jadi pilihan saya. Justru yang mempengaruhi saya daripada track record beliau sebelumnya. Jadi bukan istilahnya di sini saya melihat sebuah visinya beliau tetapi justru yang mempengaruhi saya daripada track record beliau sebelumnya," kata Erick.
Clear! Erick melihat bukti, bukan janji. Sementara yang sebelah sono janji-janji gombal terus bisanya. Itupun banyak yang ngibul tak ditepati alias janji palsu. Pilgub DKI buktinya. Mau mengelak apa lagi kalian wahai JKT58??? Ayo sini, nongol kalian yang dulu mendukung mati-matian Anies-Sandi lalu tiba-tiba sekarang malah demo menuntut pertanggung jawaban Anies-Sandi di Balai Kota. Sini…sini…. Mari berkumpul di dini untuk berbicara sepatah dua patah kata. Wekekekeke…..
Bagian menariknya terletak di kualitas seorang Erick Thohir yang memang sangat bersinar. Erick adalah seorang pengusaha sukses, punya media, klub sepakbola dan basket. Secara finansial, karier, kemampuan dan pengalaman berorganisasi, hidup dalam tekanan serta berurusan dengan target dan banyak orang dengan segala macam karakternya sudah tak perlu diragukan lagi.
Bukti terbaru yang bisa kita lihat tentang betapa profesionalnya Erick adalah saat dia berhasil menghadirkan Asian Games 2018 yang spektakuler di Jakarta Palembang pada 18 Agustus sampai 2 September 2018 yang baru saja kita lewati. Gegap gempita, kegembiraan, persatuan dan kesatuannya takkan bisa dilupakan sepanjang masa oleh anak-anak bangsa yang cinta Indoensia tentunya.
Bagian paling menariknya, ternyata Erick Thohir dan Sandiaga Uno sudah bersahabat sejak kecil. Mereka sudah berteman dekat sejak di SD, SMP, SMA hingga kuliah, teman sepermainan di basket juga membangun usaha bersama-sama. Istri dan anak-anak Erick Thohir dan Sandiaga Uno juga sudah saling berteman dan masih bersahabat sampai sekarang. Arisan dan ikut pengajian yang sama bukan barang baru bagi mereka.
Eng ing eng….. Seru khan jadinya. Ngeri-ngeri sedap ujung-ujungnya. Dengan fakta-fakta antara Erick Thohir dan Sandiaga Uno yang seperti itu, hak oposisi langsung jadi pucat sejak nama Erick Thohir muncul dan menguat menjadi Ketua Tim Pemenangan Jokowi-Ma’ruf. Mereka memang sangat layak untuk panik. Berikut ini mari kita lihat bagaimana kecutnya reaksi seorang Sandiaga Uno dan kolega-koleganya.
Sejak awal nama Erick Thohir muncul digadang-gadang sebagai Ketua Tim Pemenangan Jokowi-Ma’ruf, Sandiaga Uno sudah menyarankan supaya Erick Thohir menjadi pengusaha ketimbang terjun ke dalam dunia politik. Wakakakaka…… Lucu ya jadinya. Sementara posisi Sandi juga adalah seorang pengusaha yang terjun dalam dunia politik. Saran yang aneh.
Sandiaga Uno juga meyakini Erick Thohir akan menolak jika diminta menjadi ketua tim sukses Jokowi-Ma'ruf. Ngakak khan jadinya. Ini mah bukan yakin namanya. Sandi jelas sedang menghibur diri sendiri. Sandi sedang panik. Berikut ini komentarnya.
"Ya tentu secara jujur khawatir. Ini pertemanan. Secara riil pasti kita khawatir, bahwa anak-anak kita terutama istri, saya pasti khawatir. Tapi saya pastikan, bahwa ini bukan tentang Sandi dan Erick, tapi ini tentang Indonesia. Ini tentang masyarakat Indonesia inginkan. Kalau boleh milih, pasti dia (Erick) enggak bakal mau, karena dia lebih mudah untuk mengurus usahanya, tidak membebani sebagi political expose person (PEP). Kalau ketua tim pasti jadi PEP, pasti dia akan sangat berat sebagai pengusaha dan Erick membawahi ribuan pegawai juga, jadi bagi saya, saya sangat mengerti posisi beliau. Saya ucapkan selamat kalo Beliau sudah definitif, saya belum kontak dengan Beliau, tapi sempet nonton Asian Games bareng dan kita hubungannya cukup baik. Tapi, sekali lagi ini bukan tentang Erick dan Sandi, tapi tentang Indonesia, Indonesia yang diinginkan, Indonesia yang lebih bergerak, lapangan kerja yang tercipta, dan biaya hidup yang terjangkau," kata Sandiaga Uno di kawasan Melawai, Jakarta Selatan, Kamis, 6 September 2018.
Tanggapan Fadli Zon juga tak kalah paniknya. Zon yang biasanya hobi berkomentar ngablak dan ngawur tiba-tiba jadi lemas.
"Ya, nggak apa-apa. Itu sah-sah saja. Kan beliau ini ahli dalam bisnis, belum tentu ahli di bidang politik. Ya mudah-mudahan menguntungkan (koalisi Prabowo-Sandi). Ha-ha-ha... Saya dengar itu dia nggak terlalu happy. Karena dia baru saja, habis, mungkin capek, mau apa gitu, yang saya dengar. Yaaa, jadi agak setengah memaksa juga katanya," kata Zon menghibur dan menenangkan dirinya sendiri di Jl Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat, 7 September 2018.
Terbaca dengan jelas ada nada panik dan tak percaya diri dalam pernyataan orang-orang yang biasanya “optimis” tersebut. Ada ketakutan tersendiri dari kubu oposisi dengan keberadaan Erick Thohir sebagai Ketua Tim Pemenangan Jokowi-Ma’ruf.
Jokowi memang takkan pernah menyuruh tim pemenangan, jubir dan relawan-relawannya melakukan cara-cara licik, jahat apalagi fitnahan dalam melakukan tugas-tugasnya memperjuangkan kemenangan Jokowi-Ma’ruf. Kami para pendukung Jokowi memang takkan pernah mau melakukan cara-cara murahan semacam itu.
Tapi, perintah Jokowi beberapa waktu yang lalu juga sudah cukup jelas. Jika saya tuliskan dalam bahasa gaul sehari-hari intinya adalah kita juga jangan takut kalau diganggu terus-terusan. Elu jual, gue beli. Begitulah kurang lebihnya dalam bahasa yang sederhana.
Kartu truf oposisi sudah ada di tangan Jokowi lewat keberadaan Sandiaga Uno yang rekam jejak masa lalunya sejak kecil sudah ada di tangan Erick Thohir. Jika Sandi dan koleganya mulai memainkan cara-cara liciknya seperti di Pilkada DKI, Erick takkan ragu mengeluarkan file-file “borok” dan kebobrokan Sandiaga di masa lalu.
Dengan bargaining position yang seperti ini, Sandi beserta gerombolannya akan berpikir dua kali jika ingin memainkan rencana-rencana jahatnya lagi seperti dulu. Jika sudah begini keadaannya, bisa diperkirakan Sandi akan jadi jinak-jinak merpati menghadapi Pilpres 2019 yang semakin mendekat ini.
Sandi yang selama ini begitu PD merasa diri disukai karena duit, kegantengan dan kemudaannya tiba-tiba mendapat rival yang “sepadan”. Erick Thohir menang banyak malahan. Erick tak perlu mengubah imagenya mendadak jadi santri untuk mengalahkan pamor Sandi. Cukup Pak Ma’ruf yang maju beres sudah. Kelar idup loe…..
Keberadaan Erick yang dekat dengan dunia olahraga terutama basket dan sepakbola otomatis akan merangkul kaum muda dan kaum milenial dengan sendirinya. Panik khan jadinya. Dengan demikian andalan Sandi sekarang tinggal emak-emak nyinyir yang ingin harga telur jadi sebelas ribu sekilo. Ngaoahahahaha……
Dengan disahkannya Erick Thohir sebagai Ketua Tim Pemenangan Jokowi-Ma’ruf, itu artinya pestanya sudah dimulai. Selamat bertugas Pak Erick Thohir beserta seluruh tim yang ada. Kami mendukungmu secara penuh untuk memenangkan Jokowi-Ma’ruf dengan cara yang elegan dan bermartabat. Untuk Indonesia yang lebih baik lagi kedepannya. Ayo kita perjuangkan. Merdekaaa…..!!!
Sumber referensi:
https://nasional.kompas.com/read/2018/09/07/19315141/erick-thohir-bersedia-jadi-ketua-tim-kampanye-karena-cara-kerja-jokowi
http://wow.tribunnews.com/2018/09/07/faizal-assegaf-erick-thohir-tahu-banyak-borok-sandiaga
http://surabaya.tribunnews.com/2018/09/06/5-fakta-ini-bikin-sandiaga-uno-khawatir-jika-erick-thohir-jadi-ketua-timses-jokowi-kh-maruf
http://wow.tribunnews.com/2018/09/07/ditanya-soal-persahabatannya-dengan-sandiaga-uno-erick-thohir-kuncinya-profesional?page=2
https://news.detik.com/berita/d-4202702/fadli-zon-erick-thohir-tak-begitu-happy-jadi-ketua-timses-jokowi
https://www.liputan6.com/pilpres/read/3638290/sandiaga-uno-kalau-boleh-memilih-erick-thohir-ogah-jadi-ketua-timses-jokowi
0 Response to "Pestanya Sudah Dimulai. Erick Thohir Tahu Banyak “Borok” Sandiaga Uno"
Posting Komentar