Lucunya Anies Memuji Diri Sendiri: Contohlah Saya yang Tidak Tergoda Maju Pilpres! Emangnya Elu Puny...


Lucunya Anies Memuji Diri Sendiri: Contohlah Saya yang Tidak Tergoda Maju Pilpres! Emangnya Elu Punya Duit Buat Beli Kursi Cawapres?


Mereka yang narsis dan tidak kompeten, memang paling sering memuji dirinya sendiri. Mereka akan mengambil contoh orang lain sebelum akhirnya kembali memuji ke dirinya sendiri. Hal itu ia lakukan ketika ia menghadiri Musyawarah Besar Bamus Betawi di Balai Kota. Memang pada saat itu akan segera dilaksanakan pemilihan ketua baru.

Dalam pidatonya, Anies tiba-tiba menyinggung kebesaran hati presiden-presiden terdahulu yang mau mundur dari kebaikan bersama. Saya tidak tahu ini tujuannya apa, tapi logikanya sendiri ngawur dan dicocok-cocokkan. Anies mengatakan kebesaran hati pemimpin Indonesia itu harus dicontoh semua pihak.


"Di Timur Tengah, banyak masalah timbul karena apa, karena praktik demokrasi. Di Indonesia, sebaliknya. Indonesia punya kematangan demokrasi, kalau tahu waktunya cukup, maka cukup sampai di sini. Di masa krisis lihat Bung Karno, tahun 1966 kalau Bung Karno bilang pada pengikutnya 'saya akan teruskan jadi presiden'. Apa yang terjadi? Pecah republik ini," kata Anies saat membuka Musyawarah Besar Bamus Betawi di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (1/9/2018).

Menurut Anies, hal tersebut juga diikuti presiden lainnya, seperti Presiden Soeharto dan Presiden Habibie. Mereka dinilai menjadi contoh matangnya demokrasi di Indonesia.

Entah bagaimana ia bisa merasa pintar dengan argument tersebut, Soekarno dan Soeharto bukan mundur karena legawa. Soekarno dilengserkan karena politik yang keji di masa lalu, sementara Soeharto didemo mahasiswa karena pemerintahannya yang otoriter dan krismon yang melanda Indonesia.

Sementara Habiebie, beliau bukan mundur tetapi habis masa jabatannya dan tidak berniat mencalonkan lagi. Bagaimana mungkin seorang akademisi memutar-mutar sejarah semaunya supaya bisa dijadikan alat pencitraan. Maksud saya, ia tetap bisa menyampaikan inspirasi tanpa perlu mengutak-atik sejarah.

Apa ini untuk menyindir Jokowi yang saat ini sedang diserang oleh deklarasi #2019gantiPresiden? Kemungkinan besar iya. Itulah tujuannya ngomong ngalur-ngidul, mencatut nama presiden tedahulu sabagai tokoh yang legawa mundur. Maksudnya ingin Jokowi mundur juga? Waduh, bikin cerita aja asal, selain itu keadaan Jokowi saat ini jauh beda sama masa lalu. Apalagi baru saja berprestasi tingkat dunia di Asian Games. Mau nyuruh Jokowi mundur karena berprestasi? Logikanya di mana?

Pada saat itu, Anies meminta Bamus Betawi untuk mengikuti budaya demokrasi tersebut. Dia mengatakan suatu organisasi bisa berjalan bila pihak yang tidak terpilih mau berlapang dada. "Penentu demokrasi bukan yang menang. Tapi bila yang tidak menang bilang 'saya terima hasilnya, saya dukung yang baru'. Maka organisasi akan jalan terus," sebutnya.


Anies juga berpesan agar anggota Bamus Betawi memimpin organisasi tersebut hingga tuntas. Dia mencontohkan dirinya yang tidak tergoda tawaran maju ke pilpres untuk menuntaskan tugasnya di Jakarta.

"Kebetulan tahun ini 2018, bulan lalu ada pencalonan presiden. Tahun depan ada pilpres. Saya termasuk kemarin ada keserempet-keserempet. Tapi bismillah saya sudah komit saya akan tunaikan tugas ini," ucap Anies.

"Saya tidak tahu akan menjawab apa pada Ibu-ibu mendoakan yang pada malam hari mendoakan. Saya tidak bisa menjawab anak saya nanti, 'Abah kenapa tinggalkan Jakarta?,'" sambung Anies.

Kenapa harus main sindir-sindiran begitu ya? Menggunakan cara-cara kotor untuk menjelekkan orang lain sambil memuji diri sendiri.

Anies belum pernah sekalipun mengatakan bahwa ia menolak tawaran Pilpres 2019. Tidak ada jawaban yang tegas darinya. Yang saya tahu, ia cuma berkata bahwa saat ini ia hanya mengurus DKI Jakarta. Dan itu adalah jawaban normatif. Masalah dia tidak terpilih, itu urusan belakang yang kita tidak tahu alasannya.

Bisa-bisanya Anies saja bilang bahwa ia menolak, sama seperti PKS/PAN yang dengan normatifnya mengatakan bahwa mereka mendukung Sandiaga Uno. Yang tentu saja adalah omong kosong yang tidak mungkin bisa dipercaya oleh orang tolol sekalipun. Ada permainan belakang berupa suap 1 triliun yang membuat mereka memberikan kursi untuk Sandiaga Uno.

Lalu bagaimana dengan Anies, kemungkinan besar juga sama seperti PAN/PKS. Kedua partai itu mana mau memberikan kursi ke Anies, apalagi Anies nggak punya duit untuk meredam ambisi politik mereka yang sama-sama berburu cawapres.

Jadi, tidak perlu berlagak suci di dalam politik yang kompromis. Semakin kamu berlagak suci, semakin keliatan kotornya. Biasa saja, bekerja saja untuk rakyat dengan seabik-baiknya seperti Jokowi. Jangan cuma pandai nyinyir, rakyat tidak butuh pemimpin macam itu.


0 Response to "Lucunya Anies Memuji Diri Sendiri: Contohlah Saya yang Tidak Tergoda Maju Pilpres! Emangnya Elu Puny..."

Posting Komentar