
Kita semua pasti masih bisa mengingat dengan baik tingkah laku dan perkataan Amien Rais selama ini. Begitu cepat dan beraninya dia bereaksi menyerang dan menghujat pemerintah. Di matanya, pemerintah saat ini tak pernah ada benarnya. Yang benar cuma dia dan kroni-kroni busuknya.
Kenapa saya katakan mereka sebagai kroni busuk??? Provokasi, inkonsistensi, kebohongan dan kepalsuan yang mereka sebarkan selama ini pada rakyat, sudah terbukti mampu membuat gaduh negeri yang sedang dibangun dengan penuh perjuangan. Bukannya mendukung, malah bikin rusuh. Merekalah yang sebenar-benarnya kaum penghambat pembangunan dan kemajuan bangsa.
Tragisnya, Amien Rais dan para komplotannya selalu memanfaatkan Tuhan dan agama untuk menjatuhkan lawan politiknya. Rumah ibadah dijadikan tempat untuk mengumbar kebenciannya pada sesama yang “berbeda” dengannya.
Tujuan mereka cuma satu. Mereka ingin jadi penguasa di negeri ini untuk mengeruk keuntungan sebanyak-banyaknya demi kepentingan pribadi dan golongan.
Sudah ada banyak buktinya di masa lalu, betapa jahatnya Amien Rais menghina dan menghujat Jokowi. Beberapa diantaranya adalah:
• Menghina Jokowi selama ini sudah melakukan politik penyesatan.
Saat memberikan tausiyah usai mengikuti Gerakan Indonesia Salat Subuh Berjemaah di Masjid Baiturrahim, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Jumat, 13 April 2018, dengan kesadaran penuh Amien Rais menjadikan rumah Tuhan yang suci sebagai tempat untuk melampiaskan kebenciannya pada Jokowi. Isinya tuduhan, hujatan, fitnah dan provokasi. Berikut ini saya tuliskan sebagian dari ucapan jahatnya.
“Apalagi kalau kita bicara Alquran memang kalau kekuasaan sudah cenderung menjadi lupa daratan, sedikit agak zalim dan lain-lain maka tiba waktunya melihat pergantian. Pada Pak Jokowi, teman saya. Pak Jokowi, selama ini anda dengan kekuasaan itu anda telah melakukan politics of deception, bukan politik pengibulan, memang ini kasat, tapi tegas, politik penyesatan. Jadi ketika hutang menggunung, tidak apa-apa, kita masih oke. Ketika rakyat megap-megap karena tenaga kerja sudah banyak diambil alih oleh negara di Utara kita itu. Tapi masih jangan ini sesuatu yang bagus untuk membangun lebih cepat lagi. Ketika infrastruktur dibangun dengan biaya mahal, ujungnya dijual ke orang aseng dan asing. Ini apa-apaan? Ini saya katakan politik penyesatan", kata Amien Rais.
Tak perlu diterangkan secara detail, para pembaca Seword sekalian pasti sudah bisa menilai betapa rusaknya hati nurani orang tua yang tak layak dituakan ini.
• Menghina Jokowi sebagai sosok pemimpin sipil berwatak militer yang sangat otoriter.
Dalam sebuah pernyataan yang Amien Rais sampaikan di Jakarta, Jumat, 20 April 2018, Amien Rais kembali menghina Jokowi seenaknya sendiri tanpa dasar yang jelas.
"Mas Jokowi ini sipil, tapi pikirannya otoriter. Pak Prabowo adalah sosok militer yang baik. Sementara, Presiden Joko Widodo adalah tokoh sipil berwatak otoriter. Oposisi dibungkam, diberangus, itu berat. Sosok sipil justru lebih otoriter dari tokoh militer," kata Amien Rais.
Muak banget memang melihat tingkah Amien Rais yang seperti ini. Dibolak balik semua olehnya, sama persis seperti cara kampret yang hobi memarkir diri nungging terbalik.
• Menunjuk foto Jokowi sambil menghina Jokowi akan menjadi pemimpin yang dilengserkan Allah.
Dalam Rakornas PA 212 di Aula Sarbini, Taman Wiladatika, Cibubur, Jakarta Timur, Selasa, 29 Mei 2018, Amien Rais berkata:
"Kita melihat secara jelas, kita perhatikan pemimpin yang akan dilengserkan Allah itu biasanya langkahnya dari salah ke keliru, dari keliru ke blunder, salah lagi dan seterusnya," kata Amien dalam sambutannya sambil menunjuk foto Jokowi yang ada di dinding aula.
Saya benar-benar kehabisan kata untuk orang tua yang tak punya moral seperti ini. Nama Tuhan lagi-lagi dipakai Amien Rais untuk menyerang Jokowi yang tak pernah membalas satu kalipun semua hujatan dan fitnahan yang ditujukan padanya dan keluarganya.
Sikap Amien Rais menunjuk foto Jokowi dengan cara semacam itu juga menunjukkan betapa kurang ajarnya dia. Jokowi yang adalah Kepala Negara dan sedang berkerja keras berjuang mengatur negara ditunjuk-tunjuk dengan cara yang sangat tidak sopan seperti itu. Kepada pembantu kita di rumahpun kita tak pantas melakukannya, apalagi kepada Presiden RI yang sah. Makanya selalu saya bilang, Amien Rais ini bukan orang tua yang layak dituakan.
• Menunjuk foto Jokowi sambil menghina elektabilitas Jokowi terus turun.
Dalam acara ceramah di depan para ustazah di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa, 24 April 2018, Amien Rais berkata:
"Ini (sambil menunjuk foto Jokowi) elektabilitasnya sudah going down. Kata ahli, para survei, itu seorang incumbent, sekarang petahana, kalau di bawah 50 persen, itu untuk menang kembali seperti is impossible. Tapi kalau Ibu peduli negeri, partai Islam juga cuma leyeh-leyeh, is impossible," kata Amien Rais.
Amien Rais juga meminta para ustazah menyisipkan isu politik dalam pengajian.
Benar-benar jijik melihat kelakuan Amien Rais yang seperti ini. Dengan terang-terangan tak tahu malu, Amien Rais justru meminta acara pengajian yang sakral disisipi isu politik demi memuluskan ambisinya melengserkan Jokowi. Itupun masih dengan cara tunjuk menunjuk tak punya sopan santun. Kebangetan.
Sikap reaktif dan cepat tanggap dalam menyerang Jokowi dan pemerintahannya terus ditunjukkan Amien Rais dengan penuh percaya diri saat mendampingi Prabowo dalam konferensi pers tentang “penganiayaan” Ratna Sarumpaet yang tragisnya ternyata cuma rekayasa.
Nyata sudah Amien Rais begitu cepat tanggap dan pemberani kalau disuruh ngablak koar-koar menyerang Jokowi dan pemerintahannya.
Anehnya, kecepatan dan keberanian Amien Rais yang semacam itu mendadak luntur saat dipanggil polisi untuk dimintai keterangan sebagai saksi kasus dugaan penyebaran berita bohong mengenai penganiayaan terhadap aktivis Ratna Sarumpaet, yang dijadwalkan kemarin Jumat, 5 Oktober 2018 pukul 11.00 WIB. Ditunggu hingga pukul 18.50 WIB, Amien Rais tak juga terlihat di Mapolda Metro Jaya.
KABID Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono memastikan bahwa mantan Ketua MPR Amien Rais tak memenuhi panggilan polisi alias mangkir.
"Tidak (hadir)," ucap Argo di Mapolda Metro Jaya.
Dari sini akhirnya kitapun bisa mengambil kesimpulan bahwa Amien Rais ternyata adalah seorang pengecut sekaligus munafik dan pembohong. Dalam setiap hujatannya pada Jokowi, Amien Rais selalu menempatkan dirinya sebagai sosok orang yang sangat peduli pada kelangsungan bangsa ini.
Mana buktinya Pak??? Mana??? Saat polisi yang adalah aparat negara butuh bantuan Amien Rais untuk dimintai keterangan, Amien Rais justru tak mau membantu tak mau datang. Munafik banget jika orang semacam ini berkata peduli pada kelangsungan bangsa.
Belum lagi soal nazar berjalan kaki dari Yogyakarta ke Jakarta jika Jokowi terpilih menjadi Presiden RI di Pilpres 2014 lalu. Sampai sekarang nazar itu belum dilaksanakan oleh Amien Rais. Pendusta!!!
Sebagai penutup saya ingin mengingatkan kembali sebuah pernyataan Amien Rais yang mengklaim dirinya sebagai bagian dari Partai Allah. Untuk itu ijinkan saya mengutip sebuah kalimat bijak dari Imam Ali bin Abi Thalib yang sangat saya kagumi.
“Janganlah engkau mengecam iblis secara terang-terangan, sementara engkau adalah temannya ketika dalam kesunyian.”
Maaf Pak Amien, akhirnya terbukti dengan sendirinya di posisi siapakah setan itu berada. Untuk itu ijinkan saya memilih Jokowi sekali lagi. Karena saya tak mau berada dalam satu kumpulan bersama setan dan teman-temannya. #JokowiLagi
Sumber referensi:
http://makassar.tribunnews.com/2018/04/16/usai-sebut-politik-jokowi-sesat-amien-rais-kini-bilang-ada-partai-setan-lihat-videonya?page=4
http://bali.tribunnews.com/2018/04/23/amien-rais-kembali-serang-jokowi-katakan-jokowi-sosok-pemimpin-seperti-ini
https://news.detik.com/berita/4043454/tunjuk-foto-jokowi-amien-rais-ini-akan-dilengserkan-allah
http://medan.tribunnews.com/2018/10/06/amien-rais-mangkir-dari-panggilan-pemeriksaan-polisi-terkait-ratna-sarumpaet-politisi-lainnya
Thank you so much guys. Peace on earth as in Heaven. Amen.
Kenapa saya katakan mereka sebagai kroni busuk??? Provokasi, inkonsistensi, kebohongan dan kepalsuan yang mereka sebarkan selama ini pada rakyat, sudah terbukti mampu membuat gaduh negeri yang sedang dibangun dengan penuh perjuangan. Bukannya mendukung, malah bikin rusuh. Merekalah yang sebenar-benarnya kaum penghambat pembangunan dan kemajuan bangsa.
Tragisnya, Amien Rais dan para komplotannya selalu memanfaatkan Tuhan dan agama untuk menjatuhkan lawan politiknya. Rumah ibadah dijadikan tempat untuk mengumbar kebenciannya pada sesama yang “berbeda” dengannya.
Tujuan mereka cuma satu. Mereka ingin jadi penguasa di negeri ini untuk mengeruk keuntungan sebanyak-banyaknya demi kepentingan pribadi dan golongan.
Sudah ada banyak buktinya di masa lalu, betapa jahatnya Amien Rais menghina dan menghujat Jokowi. Beberapa diantaranya adalah:
• Menghina Jokowi selama ini sudah melakukan politik penyesatan.
Saat memberikan tausiyah usai mengikuti Gerakan Indonesia Salat Subuh Berjemaah di Masjid Baiturrahim, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Jumat, 13 April 2018, dengan kesadaran penuh Amien Rais menjadikan rumah Tuhan yang suci sebagai tempat untuk melampiaskan kebenciannya pada Jokowi. Isinya tuduhan, hujatan, fitnah dan provokasi. Berikut ini saya tuliskan sebagian dari ucapan jahatnya.
“Apalagi kalau kita bicara Alquran memang kalau kekuasaan sudah cenderung menjadi lupa daratan, sedikit agak zalim dan lain-lain maka tiba waktunya melihat pergantian. Pada Pak Jokowi, teman saya. Pak Jokowi, selama ini anda dengan kekuasaan itu anda telah melakukan politics of deception, bukan politik pengibulan, memang ini kasat, tapi tegas, politik penyesatan. Jadi ketika hutang menggunung, tidak apa-apa, kita masih oke. Ketika rakyat megap-megap karena tenaga kerja sudah banyak diambil alih oleh negara di Utara kita itu. Tapi masih jangan ini sesuatu yang bagus untuk membangun lebih cepat lagi. Ketika infrastruktur dibangun dengan biaya mahal, ujungnya dijual ke orang aseng dan asing. Ini apa-apaan? Ini saya katakan politik penyesatan", kata Amien Rais.
Tak perlu diterangkan secara detail, para pembaca Seword sekalian pasti sudah bisa menilai betapa rusaknya hati nurani orang tua yang tak layak dituakan ini.
• Menghina Jokowi sebagai sosok pemimpin sipil berwatak militer yang sangat otoriter.
Dalam sebuah pernyataan yang Amien Rais sampaikan di Jakarta, Jumat, 20 April 2018, Amien Rais kembali menghina Jokowi seenaknya sendiri tanpa dasar yang jelas.
"Mas Jokowi ini sipil, tapi pikirannya otoriter. Pak Prabowo adalah sosok militer yang baik. Sementara, Presiden Joko Widodo adalah tokoh sipil berwatak otoriter. Oposisi dibungkam, diberangus, itu berat. Sosok sipil justru lebih otoriter dari tokoh militer," kata Amien Rais.
Muak banget memang melihat tingkah Amien Rais yang seperti ini. Dibolak balik semua olehnya, sama persis seperti cara kampret yang hobi memarkir diri nungging terbalik.
• Menunjuk foto Jokowi sambil menghina Jokowi akan menjadi pemimpin yang dilengserkan Allah.
Dalam Rakornas PA 212 di Aula Sarbini, Taman Wiladatika, Cibubur, Jakarta Timur, Selasa, 29 Mei 2018, Amien Rais berkata:
"Kita melihat secara jelas, kita perhatikan pemimpin yang akan dilengserkan Allah itu biasanya langkahnya dari salah ke keliru, dari keliru ke blunder, salah lagi dan seterusnya," kata Amien dalam sambutannya sambil menunjuk foto Jokowi yang ada di dinding aula.
Saya benar-benar kehabisan kata untuk orang tua yang tak punya moral seperti ini. Nama Tuhan lagi-lagi dipakai Amien Rais untuk menyerang Jokowi yang tak pernah membalas satu kalipun semua hujatan dan fitnahan yang ditujukan padanya dan keluarganya.
Sikap Amien Rais menunjuk foto Jokowi dengan cara semacam itu juga menunjukkan betapa kurang ajarnya dia. Jokowi yang adalah Kepala Negara dan sedang berkerja keras berjuang mengatur negara ditunjuk-tunjuk dengan cara yang sangat tidak sopan seperti itu. Kepada pembantu kita di rumahpun kita tak pantas melakukannya, apalagi kepada Presiden RI yang sah. Makanya selalu saya bilang, Amien Rais ini bukan orang tua yang layak dituakan.
• Menunjuk foto Jokowi sambil menghina elektabilitas Jokowi terus turun.
Dalam acara ceramah di depan para ustazah di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa, 24 April 2018, Amien Rais berkata:
"Ini (sambil menunjuk foto Jokowi) elektabilitasnya sudah going down. Kata ahli, para survei, itu seorang incumbent, sekarang petahana, kalau di bawah 50 persen, itu untuk menang kembali seperti is impossible. Tapi kalau Ibu peduli negeri, partai Islam juga cuma leyeh-leyeh, is impossible," kata Amien Rais.
Amien Rais juga meminta para ustazah menyisipkan isu politik dalam pengajian.
Benar-benar jijik melihat kelakuan Amien Rais yang seperti ini. Dengan terang-terangan tak tahu malu, Amien Rais justru meminta acara pengajian yang sakral disisipi isu politik demi memuluskan ambisinya melengserkan Jokowi. Itupun masih dengan cara tunjuk menunjuk tak punya sopan santun. Kebangetan.
Sikap reaktif dan cepat tanggap dalam menyerang Jokowi dan pemerintahannya terus ditunjukkan Amien Rais dengan penuh percaya diri saat mendampingi Prabowo dalam konferensi pers tentang “penganiayaan” Ratna Sarumpaet yang tragisnya ternyata cuma rekayasa.
Nyata sudah Amien Rais begitu cepat tanggap dan pemberani kalau disuruh ngablak koar-koar menyerang Jokowi dan pemerintahannya.
Anehnya, kecepatan dan keberanian Amien Rais yang semacam itu mendadak luntur saat dipanggil polisi untuk dimintai keterangan sebagai saksi kasus dugaan penyebaran berita bohong mengenai penganiayaan terhadap aktivis Ratna Sarumpaet, yang dijadwalkan kemarin Jumat, 5 Oktober 2018 pukul 11.00 WIB. Ditunggu hingga pukul 18.50 WIB, Amien Rais tak juga terlihat di Mapolda Metro Jaya.
KABID Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono memastikan bahwa mantan Ketua MPR Amien Rais tak memenuhi panggilan polisi alias mangkir.
"Tidak (hadir)," ucap Argo di Mapolda Metro Jaya.
Dari sini akhirnya kitapun bisa mengambil kesimpulan bahwa Amien Rais ternyata adalah seorang pengecut sekaligus munafik dan pembohong. Dalam setiap hujatannya pada Jokowi, Amien Rais selalu menempatkan dirinya sebagai sosok orang yang sangat peduli pada kelangsungan bangsa ini.
Mana buktinya Pak??? Mana??? Saat polisi yang adalah aparat negara butuh bantuan Amien Rais untuk dimintai keterangan, Amien Rais justru tak mau membantu tak mau datang. Munafik banget jika orang semacam ini berkata peduli pada kelangsungan bangsa.
Belum lagi soal nazar berjalan kaki dari Yogyakarta ke Jakarta jika Jokowi terpilih menjadi Presiden RI di Pilpres 2014 lalu. Sampai sekarang nazar itu belum dilaksanakan oleh Amien Rais. Pendusta!!!
Sebagai penutup saya ingin mengingatkan kembali sebuah pernyataan Amien Rais yang mengklaim dirinya sebagai bagian dari Partai Allah. Untuk itu ijinkan saya mengutip sebuah kalimat bijak dari Imam Ali bin Abi Thalib yang sangat saya kagumi.
“Janganlah engkau mengecam iblis secara terang-terangan, sementara engkau adalah temannya ketika dalam kesunyian.”
Maaf Pak Amien, akhirnya terbukti dengan sendirinya di posisi siapakah setan itu berada. Untuk itu ijinkan saya memilih Jokowi sekali lagi. Karena saya tak mau berada dalam satu kumpulan bersama setan dan teman-temannya. #JokowiLagi
Sumber referensi:
http://makassar.tribunnews.com/2018/04/16/usai-sebut-politik-jokowi-sesat-amien-rais-kini-bilang-ada-partai-setan-lihat-videonya?page=4
http://bali.tribunnews.com/2018/04/23/amien-rais-kembali-serang-jokowi-katakan-jokowi-sosok-pemimpin-seperti-ini
https://news.detik.com/berita/4043454/tunjuk-foto-jokowi-amien-rais-ini-akan-dilengserkan-allah
http://medan.tribunnews.com/2018/10/06/amien-rais-mangkir-dari-panggilan-pemeriksaan-polisi-terkait-ratna-sarumpaet-politisi-lainnya
Thank you so much guys. Peace on earth as in Heaven. Amen.
0 Response to "Amien Rais Pengecut!!!"
Posting Komentar