“Dia marah-marah. Marahnya seperti orang kesurupan. Pokoknya seperti bukan Prabowo Subianto lah,” ujar La Nyalla (11/1/2018).
Kata-kata La Nyalla di atas layak dicamkan kembali. Waktu itu La Nyalla dengan semangat menyala-nyala ingin menjadi calon gubernur Jatim. Sebagai kader Gerindra, dia pun meminta restu Prabowo Subianto selaku ketua umum.
La Nyalla Mattalitti mengaku telah dimintai uang Rp 40 miliar oleh sang ketum.
"Saya dimintai uang Rp 40 miliar. Uang itu harus diserahkan sebelum tanggal 20 Desember agar bisa direkomendasikan," katanya kepada Tempo, Kamis, 11 Januari 2018.
Ia menuturkan permintaan itu disampaikan Prabowo pada 9 Desember 2017, sekitar pukul 15.00, di Hambalang, Sentul, Jawa Barat. Saat itu, Prabowo mengundang La Nyalla ke rumahnya di Hambalang. Saat ditemui, Prabowo ditemani dua ajudannya, yakni Prasetyo dan Sugiono.
Sebenarnya, La nyalla sudah menyiapkan dana Rp 300 miliar. Namun La Nyalla mengaku ngotot memberikan uang itu setelah resmi didaftarkan ke Komisi Pemilihan Umum Jawa Timur, tapi Prabowo menolak permintaannya. Alhasil, Prabowo pun marah-marah layaknya orang kesurupan.
“Dia marah-marah. Marahnya seperti orang kesurupan. Pokoknya seperti bukan Prabowo Subianto lah,” ujar La Nyalla.
Bagaimana reaksi La Nyala? Tahu betapa ngerinya ketika Prabowo kesurupan, La Nyala pun berujar mantap:
"Saya ini, orang bego kalau masih mau mendukung Pak Prabowo Subianto, karena saya sudah berjuang habis-habisan di 2009, 2014. Sampai kemarin pun saya masih kibarkan bendera Prabowo Subianto dan bendera Gerindra di Jawa Timur.”
Nah, Anda mau dipimpin orang yang gampang marah-marah dan mudah kesurupan seperti Prabowo? Ingat, La Nyalla sudah tidak mau bego lagi sejak awal tahun ini. Dia sudah dapat hidayah untuk mengatakan tidak pada Prabowo. Capres yang gampang marah dan begitu mudah kesurupan.
Kesurupan berasal dari kata dasar ‘surup’ menurut KBBI daring berarti kemasukan (setan, roh) sehingga bertindak yang aneh-aneh. Kini, tanda-tanda keanehan Prabowo makin dinampakkan. Wakil Sekjen Demokrat Andi Arief melihat keanehan Prabowo saat memilih Sandiaga Uno sebagai cawapresnya. Saking anehnya gelagat Prabowo, Andi Arief pun menjuluki Prabowo sebagai jenderal kardus.
Prahara jenderal kardus belum reda, kini Prabowo menjadi jenderal pemakan berita bohong yang disuguhkan emak para kampret, Ratna Sarumpaet.
Sudah bersiap menjadi pahlawan kesiangan bersama Sandiaga, Fadli Zon, Amien Rais, Hanum Rais hingga Fahri Hamzah, akhirnya batal. Sudah pakai konferensi pers ingin tampil gagah sebagai pembela Ratna, eee… akhirnya cuma mendapat malu saja.
Tak mau berlama, Ratna mengaku bahwa wajah bengapnya bukan karena dianiaya seperti narasi yang beredar. Wajah bonyoknya kena tonjok hingga peyok karena dihajar 2-3 orang tak dikenal. Peristiwanya dikhayalkan di Bandung, dekat Bandara Husein Sastranegara. Bukan itu yang benar. Narasi itu hanyalah khayalan pemberian setan.
Benar mukanya bonyok dan peyok. Tapi ini gara-gara penganiayaan yang dilakukan dokter bedah kecantikan yang menyedot lemak pipinya. Jadi wajah seram dan suramnya Nenek Sarumpaet bukan karena siksaan preman seperti yang dikhayalkan Prabowo dan kampret-kampretnya.
Mendengar pengakuan tersebut Prabowo pun menampakkan gejala aneh. Semula Ratna dibela, sejurus kemudian Ratna resmi dikorbankan. Caranya dia mencuci tangan. Dari peran sebagai pahlawan kesiangan menjadi berlagak sebagai korban.
Citra diri Prabowo sebagai pemimpin yang kejam dan bengis pun nampak dalam kasus ini. Ratna yang telah mati-matian pasang badan untuk Prabowo akhirnya ditelantarkan begitu saja. Kasihan memang sosok nenek tua yang telah begitu setia pada Prabowo kini menghadapi proses hukum dan ancaman penjara.
Saat Ratna ditangkap ketika hendak ke Chile dan kini jadi tahanan Polda Metro Jaya, Prabowo tak nampak pembelaannya. Sudah bonyok, peyok masih tertimpa tangga. Itulah si nenek tua yang tak lagi dipedulikan Prabowo Subianto capres nomer urut dua.
Ratna pun merasa ditinggalkan seperti kasus
Obor Rakyat dan Jonru. Mereka adalah para pembela Prabowo yang tidak dibela ketika
mengalami masalah hukum.
Layak ditunggu ketika Ratna nanti mulai ambil suara merdu untuk kubu Prabowo. Ratna akan buka suara karena berada dalam tekanan hebat. Tidak maulah dia menjadi korban sendirian. Soalnya, ancaman 10 tahun penjara telah menunggu si nenek tua.
Suara Ratna yang membahana kemungkinan besar akan membuat Prabowo kesurupan lagi seperti saat menghadapi La Nyalla Mattaliti. Semoga saja Ratna bisa mengungkap bahwa dirinya hanyalah bagian dari konspirasi besar Prabowo Subianto. Konspirasi yang tidak hanya melibatkan Ratna Sarumpaet namun lebih
banyak menyeret lagi sosok di kubu Prabowo.
Dapat dibayangkan ketika Ratna membuka banyak suara, Prabowo akan marah-marah dan kesurupan sehingga terjadilah kesurupan berjamaah di kubu Bosan. Apalagi Ratna sudah mengakui kalau ada setan yang memberikan cerita khayalan pada dirinya. Setan itulah yang kemudian akan membuat Prabowo kesurupan.
Nah, mau dipimpin #CapresKesurupan? Makanya, #JokowiLagi aja.
0 Response to "Jangan Pilih Prabowo Capres Gampang Kesurupan!"
Posting Komentar