Trauma dengan Prabowo, La Nyalla dukung Jokowi dan Ajak Rakyat Tak Mudah Percaya Hoax


Trauma dengan Prabowo, La Nyalla dukung Jokowi  dan Ajak Rakyat Tak Mudah Percaya Hoax

Sudah banyak tokoh yang tadinya mendukung Prabowo, berbalik arah mendukung Jokowi. Fenomena ini menjadi menarik, meskipun di kubu Jokowi pun ada yang merapat ke kubu Prabowo- Sandi, tapi tak sebanyak arus yang mengalir dari kubu mereka ke kubu Jokowi.

Jika kita mau jeli melihat,orang-orang yang dulu masuk ke dalam kubu pemerintahan seperti Rizal Ramli dan Anies, setelah keluar gak mendukung Jokowi, mereka tidak bisa berkoar seenak jidatnya menjatuhkan Jokowi. Padahal kalau kita lihat, mereka itu orang yag pandai ngomong dan beretorika.


Jika melihat hukum peluang, seharusnya mereka bisa mengambil simpati rakyat dengan menjatuhkan Jokowi. Selain itu, karena mereka juga bekas orang yang satu lingkaran dengan Jokowi, seharusnya mereka juga menemukan keburukan Jokowi, dan dapat digunakan untuk menguntungkan kubu oposisi.

Kemungkinannya, mengapa mereka tidak “memaki” Jokowi secara langsung Cuma ada dua. Yang pertama, mungkin mereka orangnya tidak mau menjelek-jelekkan orang. Dan yang ke dua, mereka terusir dari kubu Jokowi karena kesalahan yang fatal, gak bisa kerja, dan jika dibuka dipublik, akan berdampak sangat memalukan. Atau bisa menjadi senjata makan tuan. Itulah pendapat saya.

Kalau kita menganggap mereka diam karena tidak mau menjelek-jelekkan Jokowi, saya rasa itu anggapan yang kurang pas. Sebab seperti yang kita ketahui bersama, setiap ada kesempatan, mereka mencoba menggiring persepsi publik untuk menjatuhkan Jokowi.

Jika yang nomor pertama tidak mungkin, berarti yang nomor dua. Mereka tersingkir dari kubu Jokowi mungkin karena kesalahan dan tidak becus dalam bekerja. Jika mereka berkoar, Jokowi memiliki kartu AS-nya.

Berbeda dengan orang-orang yang dari kubu Prabowo ke kubu Jokowi. Mereka 360 derajat berbalik arah menghajar kubu Prabowo dengan lantang. Contohnya Ngabalin, bagaimana beliau begitu sadis ketika membalas serangan dari kubu Prabowo.

Yang masih hangat saat ini adalah La Nyalla Mahmud Maltaliti. Setelah sekian lama mendukung Prabowo dan menjadi oposisi, namun sekarang ia dengan lantang mendukung Jokowi dan berkoar terkait keburukan dari Prabowo.



"Dulu saya dukung Prabowo. Disuruh branding. Tetapi setelah itu diklemprakno (dibuang begitu saja). Sekarang saya sadar. Hanya dimanfaatkan. Sudahlah Jokowi saja. Jelas kok kerjanya," kata La Nyalla, Jumat (12/10/2018) seperti yang dilansir inews.id.

"Sudah banyak yang dikerjakan Jokowi. Utang negara memang banyak, tapi dipakai untuk pembangunan. Jangan percaya sama hoax-hoax," ucapnya.


Sebaliknya dengan Prabowo, La Nyalla mengaku hanya dimanfaatkan. Dia juga tidak pernah dapat bantuan sepeserpun. Dia memberi contoh perjuangannya menjadi Ketua Umum PSSI, hingga diturunkan dari jabatan tersebut. Semua itu, hasil jerih payahnya. Demikian pula, saat La Nyalla dikriminalisasi, juga tidak ada yang membantu.

"Bantu apa, satu sen pun tak pernah dibantu Prabowo. Kalau bebas, tidak ada urusannya dengan Prabowo, apalagi sampai membantu. Saya bukan dendam sama Prabowo, tapi ingin menampakkan kepada masyarakat dan umat Indonesia, itulah Prabowo yang sebenarnya," bebernya.

"Percuma kalau cuma dukung mendukung. Lebih baik dukung Jokowi sekalian. Jangan pula jadi oposisi. Sekarang saya sadar, jadi oposisi cuma dimanfaatkan. Hanya karena Prabowo saja, saya jadi oposisi. Dulu, jadi ketua PP, HIPMI dan pengurus Kadin tak pernah jadi oposisi,” ucapnya.

Sebagai orang yang pernah berada di oposisi, tentu La Nyalla harus didengarkan sebagai masukan yang sangat penting bagi kita semua untuk melihat seperti apa keadaannya di sana.

Kalau situasinya seperti itu, menjadi tidak heran lagi, ketika Sandiaga Uno bisa menjadi cawapres dengan modal kardus, dan yang lain menyinggkir. Padahal tadinya semua pada ngotot pengen mengajukan kadernya sebagai cawapres, bahkan PKS mengajukan 9 orang.

Wajar juga, kalau saat ini di DKI Jakarta gak kelar-kelar menentukan wagub pengganti Sandiaga Uno untuk berduet dan berpelukan dengan Anies Baswedan. Padahal, begitu banyak permasalahan yang belum beres, begitu banyak masalah yang harus diurus, tetapi wagubnya belum ditentukan.

Jangan sampai nanti selesai pilpres, DKI Jakarta belum ada wagubnya karena pada rebutan, siapa yang seharusnya berhak. Kalau melihat fenomena tersebut, saya jadi teringat anjing tetangga yang rebutan tulang, gak ada yang mau mengalah. Udah ah, itu aja…

#JokowiLagi



0 Response to "Trauma dengan Prabowo, La Nyalla dukung Jokowi dan Ajak Rakyat Tak Mudah Percaya Hoax"

Posting Komentar