VIDEO VIRAL!!! Tangkap!!! Gerakan Makar 2019GantiPresiden Eksploitasi Anak-Anak!




Entah di sekolah mana, entah di daerah mana, entah SD atau sudah SMP, tidak jelas juntrungnya. Tetapi yang jelas mereka masih anak-anak berseragam pramuka. Jumlahnya mungkin ratusan. Di antara mereka ada beberapa orang dewasa, yang bertindak juga sebagai konduktor.

Serentak dan lantang mereka berteriak 2019 ganti presiden dan kemudian takbir Allahuakbar. Bukan hanya sekali, melainkan berkali-kali. Tidak pelan, tetapi teriak sekuat-kuatnya. Tidak serampangan atau tak beraturan, melainkan terorganisir berbaris dengan baik, mungkin agar tercakup oleh tangkapan kamera.

Entah siapalah guru mereka ini. Kenapa sampai bisa anak-anak itu sampai dimanfaatkan gerakan politik praktis? Sudah jelas-jelas dilarang berpolitik praktis di sekolah apalagi mengajak peserta didik untuk berpolitik praktis. Mereka harus bersih dari politik. Jangankan di SD atau SMP, di lingkungan kampus pun dilarang berpolitik praktis.

Apalagi ketika itu dibagikan ke media sosial seperti ini:







Mari kita lihat UU No. 7 Tahun 2017 Pasal 280 ayat 1 huruf h yang menyatakan larangan tentang kampanye ”menggunakan fasilitas pemerintah, tempat ibadah, dan tempat pendidikan;”

Dalam penjelasan atas UU RI No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum juga dijelaskan bahwa tempat Pendidikan dilarang digunakan untuk kampanye jika yang hadir menggunakan atribut. Yang dimaksud tempat Pendidikan adalah lingkungan sekolah apalagi adanya atribut.

Penjelasan ”Huruf h: Fasilitas pemerintah, tempat ibadah, dan tempat pendidikan dapat digunakan jika Peserta Pemilu hadir tanpa atribut. Kampanye Pemilu atas undangan dari pihak penanggung jawab fasilitas pemerintah, tempat ibadah, dan tempat pendidikan.

”Yang dimaksud dengan "tempat pendidikan" adalah gedung dan/atau halaman sekolah dan/atau perguruan tinggi.”


Dalam kasus anak-anak yang teriak 2019 ganti presiden, anak-anak itu masih mengenakan seragam pramuka. Tempatnya memang belum jelas, tetapi atributnya sudah jelas. Maka teriakan makar 2019 ganti presiden jelas salah.

Menurut UU No. 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak secara eksplisit melarang melibatkan anak dalam kegiatan politik, yakni pasal 14 huruf a dan Pasal 76 H.

Pasal 15 : ”Setiap Anak berhak untuk memperoleh perlindungan dari: a. penyalahgunaan dalam kegiatan politik;”

Pasal ini jelas melarang menyalahgunakan anak dalam kegiatan politik. Gerakan makar 2019 ganti presiden itu sendiri adalah gerakan politik. Sekalipun dalam beberapa kesempatan mereka membantah. Tetapi kenyataannya gerakan itu membawa atribut PKS dan HTI di berbagai tempat.

Pasal 76 H: ”Setiap Orang dilarang merekrut atau memperalat Anak untuk kepentingan militer dan/atau lainnya dan membiarkan Anak tanpa perlindungan jiwa.”

Sama halnya dengan pasal 15 huruf a, dilarang memperalat anak untuk kepentingan militer dan/atau lainnya. Penyalahgunaan anak dalam politik sudah dilarang. Maka memperalat anak untuk kegiatan apa pun dilarang.

"Penyalahgunaan anak dalam kegiatan politik itu dilarang. Maka tadi sudah sepemahaman bahwa kita tidak boleh melibatkan anak dalam aktivitas politik.”* (Ketua KPAI, Susanto, Kompas)

Pada video anak berseragam pramuka meneriakkan 2019 ganti presiden itu sudah masuk dalam kategori memperalat anak. Entah diperalat untuk menggiring opini, entah diperalat untuk provokasi. Dalam hal ini keduanya itu termasuk.

Jadi saya kira sudah waktunya kepolisian menyelidiki video ini. Selain diduga sudah melanggar UU, tetapi terlebih demi menyelamatkan anak-anak dari politik praktis yang akhir-akhir ini tidak menentu. Akan jadi apa negeri ini nantinya jika anak sudah dilibatkan dalam menggiring opini dan memprovokasi.

Siapa pun capres yang kita dukung, jangan sampai memanfaatkan anak-anak untuk kegiatan politik. Kenapa? Mereka belum mengerti politik. Mereka belum mengenal soal dukung mendukung capres. Dan mereka juga belum punya hak untuk memilih.

Politik itu tidak mengenal benar atau salah, melainkan mengenal menang atau kalah. Bukan tidak mungkin kalau anak-anak dilibatkan, akan menjadi korban slogan politik Prabowo. Diarahkan kepada Prabowo karena dengan jelas tagar makar 2019 ganti presiden berafiliasi dengan Prabowo. Dan memperalat anak itu akan membuatmu biadab.

Sampai segitunyakah politik gerakan makar 2019 ganti presiden? Sampai sebiadab itukah Prabowo tidak mau menertibkan pendukungnya? Sudah kehabisan amunisikah Perbowo-Sandi sampai mengerahkan anak-anak?

Katanya Damai, tapi anak-anak dieksploitasi. Katanya Damai, penganiayaan yang ternyata bohong pun dipolitisasi. Dasar kampret!

Silakan bantah. Silakan mengelak. Kamu tidak akan mungkin membantah bahwa gerakan makar 2019 ganti presiden berafiliasi dengan PKS, Gerindra, dan PAN. Jadi sebelum dibantah, ditegaskan saja bahwa semua orang sudah tahu. Ngles lagi?

Salam dari rakyat jelata



0 Response to "VIDEO VIRAL!!! Tangkap!!! Gerakan Makar 2019GantiPresiden Eksploitasi Anak-Anak!"

Posting Komentar