Makin Panas! Jika Mahar Sandi Terbukti, PKS dan PAN Terancam Tak Bisa Ikut Pilpres

Hasil gambar untuk Makin Panas! Jika Mahar Sandi Terbukti, PKS dan PAN Terancam Tak Bisa Ikut Pilpres

Bola salju yang digulirkan Andi Arief semakin membesar. Tak bisa dihentikan. Akan menggulung siapa saja yang terlibat. Andi Arief sampai sekarang tidak juga mundur. Tak minta maaf. Dan ini mengindikasikan bahwa apa yang diucapkannya adalah sebuah kenyataan. Karena secara psikologis, jika ada orang yang berbohong dan dapat dibuktikan bahwa dirinya berbohong, maka orang tersebut akan segera meminta maaf. Tetapi Andi Arief tidak. Andi Arief tetap bersikukuh bahwa apa yang disampaikannya adalah benar dan berasal dari Fadli Zon dan kawan-kawan.

Sekedar mengingatkan bahwa ketika Prabowo akan mengambil Sandiaga Uno sebagai cawapresnya, membuat Partai Demokrat meradang. Bagaimana mungkin Prabowo bisa mengambil kadernya sendiri menjadi cawapres sedangkan Gerindra sendiri harus berkoalisi dengan partai lainnya? Ini dirasakan tidak adil oleh Demokrat. Padahal sejak awal Prabowo sudah berjanji akan menjadikan AHY sebagai cawapresnya jika Partai Demokrat bersedia mendukung Prabowo menjadi capres. Tapi di tengah jalan, Partai Gerindra menelikung kesediaan Partai Demokrat bergabung. Janji AHY sebagai cawapres pun diingkari oleh Prabowo. Kekesalan Partai Demokrat ini ditunjukkan dengan tidak bersedianya SBY bertemu dengan Prabowo ketika Prabowo ingin menjelaskan posisi Sandiaga Uno kepada Partai Demokrat.


Meski pun Partai Demokrat telah menyatakan keberatannya atas pemilihan Sandiaga Uno sebagai cawapres Prabowo, Gerindra dan koalisinya PAN dan PKS tetap menunjuk Sandiaga Uno sebagai cawapres Prabowo. Hal inilah yang memantik tuduhan kepada Sandiaga Uno telah menyerahkan mahar sebesar 500 milyar kepada PAN dan PKS oleh Andi Arief. Bahkan Andi Arief menuduh Prabowo sebagai ‘Jenderal Kardus’ yang mempunyai konotasi seorang jenderal yang doyan duit.

Tuduhan Andi Arief kepada PAN dan PKS yang katanya menerima mahar dari Sandiaga Uno agar merelakan posisi cawapres Prabowo diambil alih oleh Sandiaga Uno kian berbuntut panjang. PKS dan PAN tidak menerima dituduh telah menerima mahar dari Sandiaga Uno. Mereka meminta Andi Arief untuk segera meminta maaf atas tuduhan tersebut. Tetapi sayangnya, bukannya meminta maaf, Andi Arief tetap bersikukuh bahwa informasi tersebut didapatkannya dari tim kecil Gerindra, yang terdiri dari Fadli Zon dan kawan-kawan.

Persoalannya semakin rumit, karena Sangiaga Uno juga sudah mengakui bahwa apa yang dituduhkan oleh Andi Arief itu bukan mahar, tetapi sebagai biaya kampanye. Tetapi, kemudian diralat oleh Sandiaga Uno sendiri. Sandi justru menuduh media telah memelintir pernyataannya. Kemungkinan besar, Sandiaga tidak tahu efek dari pernyataannya tersebut, ketika diingatkan oleh relasinya, baru Sandiaga Uno mengklarifikasi bahwa pernyataannya tersebut telah dipelintir oleh media dan dirinya tidak pernah menyatakan hal demkian.


Namun tuduhan Andi Arief ini, tak berhenti sampai di sini saja. Karena Bawaslu sudah berencana untuk menelusuri tuduhan dari Andi Arief ini. Dan ini yang sangat mengkhawatirkan bagi Sandi, PAN dan PKS. Karena sanksinya sangat berat.

"Dalam hal partai politik terbukti menerima imbalan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), partai politik yang bersangkutan dilarang mengajukan calon pada periode berikutnya," bunyi Pasal 228 Ayat (2) UU No 7 tahun 2017.


Menurut UU No.7 Tahun 2017, Pasal 228, Ayat (2), jika PAN dan PKS terbukti menerima mahar dari Sandiaga Uno, maka PKS dan PAN dilarang mengajukan calon pada periode berikutnya. Artinya, PKS dan PAN untuk Pilpres 2024 tidak dapat mengajukan capres dan cawapres lagi. Alias hanya bisa menjadi penonton saja. Ini sungguh sebuah pukulan telak bagi PAN dan PKS. Karena Pilpres berikutnya adalah sebuah kesempatan emas, karena Jokowi sudah tidak dapat lagi dicalonkan kembali. Pertarungan akan menjadi lebih seru, karena sudah tidak ada lagi incumbent. Peserta pilpres akan diisi oleh wajah-wajah baru. Penantang-penantang baru. Maka, akan sangat rugi jika tidak dapat mengikuti pilpres 2024 nanti.

Tapi saya kira ancaman tersebut hanya bagaikan angin lalu saja bagi PKS mau pun PAN. Mereka tidak akan peduli. Toh, tidak akan berpengaruh kepada mereka. Mengusung calon atau pun tidak, tidak ada pengaruhnya bagi PAN dan PKS. Karena untuk mencapai ambang batas parlementer saja mereka kesulitan, bagaimana mungkin mereka bisa mengusung capres dan cawapres? Jangan-jangan tahun 2024 nanti nama PKS dan PAN memang sudah tidak ada lagi.

Bukan begitu kura-kura?


0 Response to "Makin Panas! Jika Mahar Sandi Terbukti, PKS dan PAN Terancam Tak Bisa Ikut Pilpres"

Posting Komentar